News

Basarnas Siapkan OMC Kejar Golden Time SAR Pesawat IAT di Bulusaraung

×

Basarnas Siapkan OMC Kejar Golden Time SAR Pesawat IAT di Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
image 2026 01 19T084022.494
Operasi evakuasi korban pesawat ATR 42-500 (IG@kantorsar_makassar)

KITAINDONESIASATU.COM – Upaya pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kini memasuki fase krusial. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pun dipertimbangkan sebagai langkah darurat untuk menembus cuaca ekstrem yang terus menghambat operasi SAR.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan terbesar selama tiga hari operasi pencarian. Koordinasi lintas instansi telah dilakukan agar OMC segera bisa diterapkan demi mempercepat proses evakuasi.

“Kondisi cuaca ekstrem sudah kami koordinasikan. Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca bisa dilakukan agar pelaksanaan SAR bisa dipercepat,” ujar Syafii, Senin (19/1).

Operasi SAR besar-besaran ini melibatkan lebih dari 1.200 personel gabungan, yang dikerahkan untuk melakukan pencarian, penemuan, hingga evakuasi korban di medan ekstrem pegunungan.

Syafii menegaskan, jalur udara menjadi prioritas utama mengingat lokasi jatuhnya pesawat relatif dekat dengan bandara. Namun, cuaca buruk membuat operasi penerbangan tak bisa dilakukan secara maksimal.

Untuk mengoptimalkan pencarian, kekuatan udara terus ditambah. TNI AU mengerahkan pesawat Boeing untuk misi pengawasan udara (air surveillance), dilanjutkan dengan helikopter yang menurunkan tim rescuer berkemampuan khusus ke lokasi sulit dijangkau.

Tak hanya itu, helikopter bantuan dari Polda Sulsel dan Basarnas Surabaya juga dikerahkan guna memperkuat pencarian. Meski demikian, cuaca ekstrem tetap menjadi penghalang utama di lapangan.

Di tengah keterbatasan waktu emas atau golden time, Syafii menyebut harapan dan doa menjadi kekuatan tersendiri bagi tim SAR yang berjibaku di medan berat.

“Kami percaya kepastian hanya milik Tuhan. Selama belum ditemukan, kami akan terus mengejar dan berjuang dalam waktu yang ada,” ujarnya penuh harap.

Sejumlah bagian dan properti pesawat yang telah ditemukan akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Namun Syafii menegaskan, fokus utama saat ini tetap pencarian korban.

Tim SAR gabungan sejatinya telah menemukan beberapa korban. Namun, kondisi cuaca dan medan terjal membuat proses evakuasi belum bisa dilakukan hingga ke rumah sakit dan pos DVI yang telah disiapkan Polri.

Memasuki hari ketiga operasi, satu korban perempuan kembali ditemukan di dasar jurang Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 50 meter dari puncak. Sehari sebelumnya, tim juga menemukan jenazah korban laki-laki di lereng jurang.

Total penumpang dalam pesawat nahas tersebut tercatat 10 orang, dan proses pencarian masih terus dilakukan dengan harapan seluruh korban segera ditemukan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *