News

Seberapa Religius Siswa Indonesia? Ini Perbandingan Indeks Keberagamaan Lintas Agama

×

Seberapa Religius Siswa Indonesia? Ini Perbandingan Indeks Keberagamaan Lintas Agama

Sebarkan artikel ini
indeks
Survei Kemenag menunjukkan indeks keberagamaan siswa Indonesia berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi.

KITAINDONESIASATU.COM –  Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan keagamaan. Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama (Kemenag) merilis hasil Survei Indeks Keberagamaan Siswa (IKS) yang menunjukkan tingkat keberagamaan peserta didik Indonesia berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi lintas agama.

Survei ini mengukur siswa Madrasah Aliyah (MA) beragama Islam, serta siswa Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha di sekolah umum. Hasilnya, nilai keberagamaan generasi muda Indonesia dinilai kuat dan solid, mencerminkan internalisasi nilai-nilai agama yang berjalan efektif di lembaga pendidikan.

Survei IKS untuk siswa MA melibatkan 1.218 responden dari 34 provinsi, mencakup madrasah negeri dan swasta. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling melalui wawancara tatap muka, dengan margin of error 2,8 persen.

Sementara itu, pengukuran Indeks Keberagamaan siswa Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha melibatkan 1.276 responden dari jenjang SD hingga SMA sederajat, yang seluruhnya mengikuti pendidikan keagamaan masing-masing. Survei dilakukan melalui pengisian kuesioner dengan margin of error 5 persen untuk setiap indeks agama.

Indeks Keberagamaan Siswa disusun berdasarkan lima dimensi utama merujuk pada teori Glock dan Stark, yakni ideologis, ritual, pengalaman spiritual, intelektual, dan perilaku, yang diterapkan secara seragam pada seluruh responden lintas agama.

Secara nasional, Indeks Keberagamaan Siswa Madrasah Aliyah mencatat skor fantastis 90,02 dan masuk kategori Sangat Tinggi. Dimensi ideologis menjadi yang paling dominan dengan skor 94,15, disusul pengalaman spiritual (91,91), perilaku (90,12), intelektual (87,09), dan ritualistik (86,57).

Untuk siswa lintas agama, hasilnya tak kalah positif. Siswa Katolik mencatat skor tertinggi dengan 90,23, diikuti siswa Kristen (87,89), siswa Hindu (84,04), dan siswa Buddha (79,83)—seluruhnya berada pada kategori Tinggi hingga Sangat Tinggi dengan variasi kekuatan di tiap dimensi.

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan BMBPSDM, Rohmat Mulyana Sapdi, menegaskan bahwa IKS menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana nilai agama dipahami dan dipraktikkan oleh peserta didik.

“Indeks ini menjadi tolok ukur keberhasilan Kementerian Agama dalam menyelenggarakan pendidikan agama,” ujar Rohmat dikutip Kamis (15/1).

Ia menambahkan, pengukuran ini bukan sekadar menghadirkan angka statistik, melainkan bahan evaluasi strategis untuk menyempurnakan kebijakan pendidikan agama dan keagamaan di sekolah maupun madrasah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *