News

Trump Ultimatum Iran: Gantung Demonstran, AS Siap Ambil Langkah Keras

×

Trump Ultimatum Iran: Gantung Demonstran, AS Siap Ambil Langkah Keras

Sebarkan artikel ini
Trump
Presiden AS, Donald Trump (youtube)

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran. Pada Selasa (13/1), Trump menegaskan Washington siap mengambil langkah sangat keras apabila laporan soal rencana Teheran mengeksekusi para pengunjuk rasa terbukti benar.

“Saya belum mendengar kabar soal hukuman gantung itu. Tapi jika mereka benar-benar menggantung orang-orang tersebut, Anda akan melihat sesuatu terjadi. Kami akan bertindak sangat keras jika itu dilakukan,” ujar Trump dalam wawancara dengan CBS News.

Ketika ditanya apa tujuan akhir kebijakan AS terhadap Iran, Trump menjawab singkat namun tajam, “Tujuan akhirnya adalah menang. Saya suka menang.”

Baca Juga  Perpanjangan SIM Keliling Kota Makassar 24 Februari 2025, Tempat dan Jadwalnya

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump diminta menjelaskan unggahan misteriusnya di platform Truth Social yang berbunyi, “Bantuan sedang dalam perjalanan.”

“Benar, banyak bantuan sedang bergerak dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan ekonomi. Kami telah melumpuhkan Iran dari sisi kemampuan nuklirnya,” kata Trump, merujuk pada serangan AS ke fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Trump juga menyoroti simpang siurnya jumlah korban tewas dalam gelombang protes yang masih berlangsung di Iran. Menurutnya, hingga kini belum ada data pasti mengenai angka korban.

“Protes itu satu hal. Tapi ketika mereka mulai membunuh ribuan orang, dan sekarang Anda bicara soal hukuman gantung, kita lihat saja bagaimana akhirnya bagi mereka. Itu tidak akan berakhir baik,” tegasnya.

Baca Juga  Gudang Ekspedisi di Cengkareng Terbakar, Api Hanguskan Kios dan Mobil

Sementara itu, Fox News pada Senin (12/1) mengutip laporan organisasi non-pemerintah Iran yang berbasis di AS dan Norwegia. Disebutkan, keluarga seorang pengunjuk rasa bernama Erfan Soltani (26) telah diberi tahu bahwa ia dijatuhi hukuman mati, dengan eksekusi dijadwalkan pada Rabu (14/1)

Di tengah eskalasi ketegangan, Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran pada Selasa (13/1) mengeluarkan peringatan keras kepada warga negaranya agar segera meninggalkan Iran.

Amerika Serikat dan Iran diketahui tidak memiliki hubungan diplomatik resmi sejak April 1980. Komunikasi kedua negara selama ini berlangsung secara tidak langsung melalui negara perantara, yakni Swiss untuk AS dan Pakistan untuk Iran. (Sumber: Anadolu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *