KITAINDONESIASATU.COM – Kemenangan Persebaya atas Malut United 2-1 dipenghujung putaran pertama Super Laague pekan kemarin menjadi faktor penting bagi Bajol Ijo, Rabu (14/1/2026).
Selain kemenangan menjadi momentum istimewa bagi pelatih baru Bernardo Tavares sekaligus menjadi keberhasil Persebaya memutus rekor Malut United sebagai tim tak terkalahkan di 11 laga terakhirnya.
Di tangan Persebayalah rekor tim papan atas Super League ini akhirnya terpatahkan di pekan ke-17 sebagai tim yang tak pernah kalah sejak 11 pertandingan yang dijalani dari 17 laga yang dimainkan.
Sementara kemenangan Persebaya Persebaya ini juga merupakan kemenangan ke-6 dari 17 laga yang telah dijalani Persebaya hingga pekan kemarin.
Hingga pekan ini Persebaya sudah memperlihatkan sebagai pemain yang secara konsisten tidak terkalahkan sebanyak 8 kali berturut turut di penghujung putara pertama Super League 2025/2026.
Kemenangan terakhir Persebaya membuat pelatih Bernardo memuji kerja keras anak asuh yang mampu mengalahkan tim papan atas yang memiliki predikat tim tak terkalahkan sebanyak sebelas kali berturut-turut.
Coach Tavares menilai kemenangan Persebaya kali ini sangat berarti, kunci keberhasilan Persebaya terletak pada kerja keras pemain terutama saat tidak menguasai bola.
Mereka bekerja sangat keras, bukan hanya saat menguasai bola tetapi saat tanpa bola juga bekerja sangat keras untuk mendapatkan bola kembali, sehingga mereka memperlihatkan kerja keras luar biasa di lapangan.
Mereka sudah melakukan kerja keras yang luar biasa, tentu saja masih ada beberapa kesalahan yang harus diperbaiki, meskipun disela kekurangan masih mampu menciptakan peluang dan mencetak gol.
Lebih jauh Coach Tavares mengatakan jika di babak pertama Persebaya tampil intens dan agresif, namun di babak kedua Persebaya mengalami kekendoran dalam bermain hingga dimenit ke-61 kecolongan dari serangan Ciro Alves hingga membobol 1 gol.
Oleh karena itu Tavares mengakui perlu adanya peningkatan aspek fisik dan mental agar para pemain mampu menjaga intensitas permainan hingga di akhir laga, agar tidak mengalami penurunan.
Hal ini diakui dari evaluasi dibabak kedua Persebaya tampil sedikit menurun setelah pergantian pemain, meskipun masih tetap mampu menciptakan peluang.
Di sisi lain Tavares juga mengungkapkan perlunya keseimbangan tim, menurutnya sangat penting memiliki keseimbangan permainan, baik tim di saat menang maupun kalah demi memberikan penampilan yang menghibur bagi suporter.
Dikatakan mantan pelatih PSM Makassar ini jika kemenangan bukan berarti segalanya baik, dan kekalahan pun bukan berarti segalanya buruk.
Oleh karena itu kita perlu menciptakan keseimbangan, sangat senang melihat para pendukung datang ke stadion memberikan dukungan, jika bermain baik mereka akan lebih bersemangat mendukungnya.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu pun segera bersiap menatap putaran kedua kompetisi Super League, terlebih Persebaya telah memperkenalkan tiga pemain baru mereka Bruno Paraiba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes.
Kini Bernardo akan bekerja keras untuk pulih, dan mempersiapkan pertandingan selanjutnya dengan lebih baik dengan materi dan komposisi pemain yang sedikit berbeda.
“Karena laga yang akan datang adalah babak paruh kedua dan semua tim akan menurunkan pemain baru. Jadi babak kedua liga berarti akan lebih sulit,” ujar Bernardo Tavares.
Kini Perseba merangsek ke papan atas dengan peringkat 7 besar klasemen dengan mengoleksi sebanyak 28 poin bersaing dengan PSIM Yogyakarta satu tingkat di atasnya dengan 30 poin dan Bali United membayangi di bawah dengan 27 poin.
Di laga berikutnya Persebaya perlu menyusun taktik menyerang tergantung pada karakteristik pemain yang dimiliki, disusun berdasarkan performa yang lebih baik dalam latihan.
“Tetapi juga tentang tim lawan, kualitas, dan karakteristik mereka. Akan ada tim yang mungkin memberi kita penguasaan bola dan kemudian kami tertinggal dari serangan balik. Kita harus melakukan dengan cara berbeda,” pungkas pelatih asal Portugal ini. **
