KITAINDONESIASATU.COM – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mengeluarkan pernyataan sikap keras terkait kondisi sosial-politik Indonesia di awal tahun 2026. Dalam laporan bertajuk “Catatan Kritis Nurani Bangsa”, Selasa 13 Januari 2026 organisasi yang diawasi oleh sejumlah tokoh bangsa dan cendekiawan ini memberikan peringatan serius mengenai mundurnya kualitas demokrasi yang berbarengan dengan pengabaian hak-hak lingkungan hidup oleh negara.
GNB menyoroti bahwa indeks demokrasi Indonesia terus merosot akibat semakin sempitnya ruang kebebasan sipil dan munculnya kebijakan yang lebih berpihak pada stabilitas kekuasaan dibanding kedaulatan rakyat.
“Negara saat ini terlihat lebih sibuk mengamankan kepentingan elite politik daripada memastikan mekanisme checks and balances berjalan dengan sehat,” ujar perwakilan GNB, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.
Selain isu demokrasi, GNB menggarisbawahi kegagalan pemerintah dalam melindungi ekosistem. Proyek-proyek strategis nasional yang terus dipaksakan tanpa kajian amdal yang transparan dinilai telah merusak sumber daya alam dan memicu konflik agraria yang berkepanjangan.
GNB mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit lingkungan menyeluruh dan mengembalikan marwah demokrasi dengan mendengarkan aspirasi masyarakat akar rumput, sebelum kerusakan sosial dan alam menjadi tidak terkendali.(*)





