Berdasarkan laporan Business Insider pada Jumat (4/10/2024), kekayaan Mark Zuckerberg melonjak hingga US$ 78 miliar, setara dengan Rp 1.203 triliun (dengan kurs Rp 15.430 per dolar AS).
Total kekayaan bersih Zuckerberg kini mencapai Rp 3.178 triliun.
Dengan demikian, Mark Zuckerberg, CEO Meta, menjadi orang terkaya kedua di dunia, menggeser pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Peningkatan drastis tersebut terjadi setelah saham Meta mencatat rekor tertinggi pada Kamis, yang menjadi pendorong utama kekayaannya.
Kenaikan ini memungkinkan Zuckerberg melampaui Jeff Bezos dengan selisih kekayaan sekitar Rp 16,9 triliun. Kini, ia berada di posisi kedua dalam daftar orang terkaya dunia versi Bloomberg, hanya di bawah Elon Musk, CEO Tesla.
Perjalanan Zuckerberg menuju posisi kedua ini dimulai di awal tahun 2024, ketika ia menduduki peringkat keenam dalam daftar orang terkaya.
Namun, dalam kurun waktu beberapa bulan, ia berhasil menyalip sejumlah tokoh besar seperti Bernard Arnault, bos LVMH, konglomerat barang mewah terbesar di dunia, dan Larry Ellison, pendiri Oracle.
Dengan menempati posisi kedua, Zuckerberg hanya tinggal bersaing dengan Musk dalam perebutan gelar orang terkaya di dunia.
Kekayaan Zuckerberg terus bergerak naik seiring dengan performa saham Meta yang telah melonjak sekitar 68% sepanjang tahun ini.
Ini menyebabkan kekayaan bersihnya meningkat lebih dari empat kali lipat. Lonjakan harga saham tersebut terkait dengan pertumbuhan Meta yang solid di sektor teknologi, terutama dalam hal kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.
Ketiga perusahaan teknologi besar—Meta, Tesla, dan Amazon—dikenal memiliki saham dengan kapitalisasi pasar yang besar, dan pergerakannya seringkali memengaruhi kekayaan para pendirinya, termasuk Zuckerberg, Musk, dan Bezos.
Ketiganya sering mengalami fluktuasi kekayaan yang paralel seiring naik turunnya harga saham di sektor teknologi.
Zuckerberg juga masih berpeluang menggeser Elon Musk dan menjadi orang terkaya di dunia.
Salah satu skenario yang memungkinkan hal ini terjadi adalah jika Musk memutuskan untuk memberikan sumbangan besar-besaran dalam kegiatan filantropi.
Warren Buffett, misalnya, tidak menempati posisi teratas dalam daftar orang terkaya meskipun kekayaannya melebihi Rp 4.269 triliun, karena ia telah mendonasikan lebih dari separuh sahamnya di Berkshire Hathaway untuk amal.
Dengan kekayaan yang terus meningkat, Zuckerberg semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu figur paling berpengaruh di dunia teknologi, sekaligus mendekati puncak daftar orang terkaya global.- ***
