KITAINDONESIASATU.COM-Warga Tangerang Selatan diimbau tetap waspada dan memahami gejala influenza, kendati Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih aman dari wabah superflu.
Allin Hendalin Mahdaniar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel mengatakan bahwa pihaknya secara rutin melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), termasuk superflu.
“Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan secara rutin melaksanakan deteksi dini melalui program surveilans Influenza Like Illness (ILI). Pemantauan tren kasus influenza dilakukan setiap minggu berdasarkan laporan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons hingga tingkat nasional,” ujar Allin dalam keterangan resminya, Minggu (11/1/2026).
Kata Allin, dari hasil pemantauan mingguan, memang terjadi fluktuasi kasus influenza. Akan tetapi, hingga kini belum ditemukan jenis virus influenza yang dikategorikan sebagai superflu.
Guna memastikan jenis virus yang beredar, lanjut Allin, Kementerian Kesehatan telah menunjuk UPTD Puskesmas Serpong 1 sebagai Sentinel ILI. Setiap pasien dengan gejala influenza yang datang ke puskesmas tersebut dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium.
“Hingga 9 Januari 2025, dari seluruh spesimen yang telah diperiksa di laboratorium Kementerian Kesehatan, belum ditemukan adanya influenza yang dikategorikan sebagai superflu,” ungkap Allin.
Terkait gejala, Allin mengatakan, superflu pada dasarnya memiliki manifestasi klinis yang serupa dengan flu musiman. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, batuk, pilek, sakit kepala, serta nyeri tenggorokan.
“Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan situasi epidemiologi global, superflu tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan varian influenza lainnya. Perkembangan saat ini menunjukkan peningkatan gelombang penyakit flu, namun belum mengarah ke pandemi,” ujar Allin.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Tangsel telah menyiapkan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada tenaga kesehatan, penyebarluasan informasi kepada masyarakat melalui media sosial, hingga penguatan sistem surveilans untuk investigasi dan pelacakan kontak.
Dan yang tidk kalah pentingnya, lanjut Allin, peran aktif masyarakat dalam deteksi dini dengan segera melaporkan kasus influenza di lingkungannya ke puskesmas setempat agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Maih kata Allin, fasilitas pelayanan kesehatan di Tangsel saat ini dalam kondisi siap. Kota Tangsel memiliki 31 rumah sakit dan 35 UPTD puskesmas yang siap memberikan pelayanan kepada pasien influenza.
Dinkes Tangsel juga terus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, serta tidak menyentuh wajah setelah kontak langsung dengan penderita flu.
Bagi warga yang mengalami gejala flu, dianjurkan menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah, serta beristirahat. Vaksinasi influenza juga disarankan, terutama bagi kelompok rentan seperti tenaga kesehatan, lansia di atas 65 tahun, serta penderita penyakit kronis. (*)



