KITAINDONESIASATU.COM – Bank investasi global Morgan Stanley memproyeksikan bahwa harga emas akan menembus US$4.800 per ons pada kuartal keempat tahun 2026, melampaui rekor tertinggi yang dicapai pada Desember 2025.
Prediksi itu disampaikan dalam riset pasar yang dirilis pada 5 Januari, serta menunjuk sejumlah faktor fundamental yang mendukung kenaikan harga logam mulia.
Investing.com
Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs sekitar Rp15.700 per dolar AS, angka tersebut setara dengan sekitar Rp75,4 juta per ons.
Menurut laporan investing.com, kenaikan ity diperkirakan terjadi karena gabungan dari penurunan suku bunga global, perubahan kepemimpinan di Federal Reserve AS, serta pembelian emas oleh bank sentral dan dana investasi yang tetap tinggi.
Pergerakan geopolitik juga bisa mendorong minat safe haven terhadap emas, terutama ketika risiko politik atau ekonomi meningkat di berbagai belahan dunia — meskipun laporan Morgan Stanley tidak secara langsung memasukkan faktor ini sebagai alasan utama prediksinya.
Rekor tertinggi harga emas saat ini terjadi pada 26 Desember 2025, ketika harga mencapai US$4.549,71 per ons, yang sekaligus mencatat kenaikan tahunan terbesar sejak 1979 dengan lonjakan sekitar 64%.



