Otomotif

Insentif Mobil Listrik Berakhir, LCGC Berpotensi Jadi Primadona Lagi di 2026

×

Insentif Mobil Listrik Berakhir, LCGC Berpotensi Jadi Primadona Lagi di 2026

Sebarkan artikel ini
blobid0
Mobil LCGC.

KITAINDONESIASATU.COM – Berakhirnya sejumlah insentif mobil listrik pada akhir 2025 diprediksi akan mengguncang peta pasar otomotif nasional. Segmen Low Cost Green Car (LCGC) disebut berpeluang kembali jadi primadona, terutama bagi konsumen kelas menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga dan cicilan.

Pakar otomotif ITB, Yannes Martinus, menyebut 2026 sebagai fase pendewasaan pasar kendaraan listrik (EV). Pertumbuhan EV diprediksi tidak akan setajam sebelumnya, saat insentif impor masih digelontorkan besar-besaran.

“Tahun 2026 harus dibaca sebagai fase pendewasaan, di mana pertumbuhan EV tak lagi seagresif masa banjir insentif impor. Pemerintah hanya mengakhiri relaksasi khusus unit CBU berupa pembebasan bea masuk dan PPnBM sesuai Permen Investasi yang berakhir Desember 2025,” ujar Yannes, Senin (29/12/2025).

Kini, hanya mobil listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40% yang masih bisa menikmati insentif PPN, dengan catatan kebijakan TKDN 2026 tetap di angka 40%.

Perubahan ini diprediksi akan menggeser tren pasar, membuka peluang bagi mobil ramah lingkungan berbiaya rendah untuk kembali diminati, sekaligus mengubah strategi produsen otomotif nasional dalam memasarkan EV di era pasca-insentif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *