KITAINDONESIASATU.COM – Aksi tawuran kembali menggegerkan kawasan Terowongan Manggarai, Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/12) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Bentrokan yang melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 dan warga RW 012 itu memaksa aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Murodih, membenarkan penggunaan gas air mata tersebut. Langkah itu diambil agar bentrokan cepat dibubarkan dan situasi segera terkendali.
“Iya, digunakan gas air mata supaya cepat bubar,” kata Murodih kepada wartawan.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya bertujuan menghentikan tawuran, tetapi juga demi menjaga ketertiban umum dan mencegah gangguan terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
“Supaya tidak mengganggu masyarakat, terutama pengguna jalan,” ujarnya.
Dampak gas air mata juga sempat dirasakan oleh pengguna KRL di sekitar Stasiun Manggarai. Namun, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memastikan penumpang diminta tetap tenang dan tidak panik.
“Penumpang yang terdampak efek gas air mata langsung diarahkan petugas ke pos kesehatan Stasiun Manggarai untuk mendapatkan penanganan awal,” jelas Karina.
Ia menegaskan, operasional perjalanan Commuter Line tetap berjalan normal dan tidak terdampak oleh insiden tawuran tersebut. Hingga kini, petugas KAI Commuter bersama Polsek Tebet masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan tawuran susulan.
Karina pun mengimbau para pengguna KRL agar tetap tenang, mematuhi arahan petugas, serta selalu mengutamakan keselamatan saat berada di area stasiun dan jalur kereta. (*)



