KITAINDONESIASATU.COM- Tumpukan sampah di kawasan Alun-alun Kota Bogor pasca libur panjang Tahun Baru menjadi perhatian serius berbagai pihak. Mengawali tahun 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menunjukkan kepedulian nyata terhadap persoalan kebersihan lingkungan dengan bersinergi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, didukung Bank BJB Cabang Kota Bogor serta Pramuka Kota Bogor, melalui aksi sosial PWI Bebersih bertema Beberes Kota Bogor di Awal Tahun. Kegiatan yang digelar sejak pagi itu berlangsung di kawasan Alun-alun Kota Bogor, Jumat 2 Januari 2026, pagi.
Aksi PWI Bebersih menjadi bentuk nyata kepedulian wartawan di Kota Bogor terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah, mitra strategis, relawan kebersihan, dan masyarakat. Momentum awal tahun ini dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama, sekaligus mendukung upaya Kota Bogor kembali meraih penghargaan Adipura pada tahun 2026.
Ketua PWI Kota Bogor, Aldho Herman Indrabudi, menuturkan bahwa kegiatan Bebersih Kota Bogor di awal tahun merupakan bentuk dukungan terhadap program Jumat Bersih yang rutin dilaksanakan oleh Pemkot Bogor. Selama ini, PWI Kota Bogor secara konsisten menggelar program Jumat Sehat, dan kini diperkuat dengan kegiatan Jumat Bersih sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dan sinergi antara PWI Kota Bogor dengan Pemkot dan didukung penuh oleh Bank BJB. Kegiatan Jumat Bersih ini akan menjadi agenda rutin. Kami mengajak para wartawan setiap hari Jumat, selain Jumat Sehat berolahraga bersama, juga dilanjutkan dengan bebersih. Semoga dengan kegiatan ini dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan rutin melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungannya masing-masing,” kata Aldho.
Ia menegaskan, keterlibatan wartawan dalam aksi kebersihan bukan hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari peran pers dalam mengedukasi publik serta mendukung program strategis pemerintah daerah, termasuk target meraih kembali Piala Adipura.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang memimpin langsung kegiatan Jumat Bersih tersebut, mengatakan bahwa program ini merupakan ikhtiar rutin Pemkot Bogor untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
“Ini adalah bentuk ikhtiar kami sebagai Pemkot yang terus mengajak warga dan para stakeholder untuk berkolaborasi, mulai dari masyarakat umum, siswa-siswi, pramuka, para relawan kebersihan hingga seluruh unsur lainnya, termasuk para wartawan, pramuka, OPD, dan stakeholder lainnya dalam kegiatan Jumat Bersih ini,” ujar Jenal usai kegiatan.
Jenal berharap gerakan kebersihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi kebiasaan positif yang terus dijaga dan dilakukan secara konsisten. Ia juga mengapresiasi PWI Kota Bogor yang dinilai selalu aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kolaborasi dan sinergi bersama Pemkot Bogor.
“Harapannya satu, syiar ini dicontoh dan dijaga sehingga menjadi kebiasaan baik dalam menjaga pola hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Teman-teman wartawan PWI Kota Bogor menyaksikan sendiri bagaimana upaya kami menjaga kebersihan ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jenal mengungkapkan bahwa kondisi Alun-alun Kota Bogor pasca libur panjang cukup memprihatinkan, terutama di area taman dan saluran air. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penegakan standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas kebersihan untuk meminimalisir perilaku buang sampah sembarangan.
“Saya berharap seluruh petugas menjalankan SOP dengan baik dan tegas, sehingga perilaku buang sampah sembarangan bisa diminimalisir. Hari ini kami berkolaborasi bersama PWI dan Bank BJB, tidak hanya membersihkan Bogor dari sampah, tetapi juga berupaya menata lalu lintas dan mengurangi kemacetan,” tandasnya.
Selain persoalan kebersihan, Pemkot Bogor juga menyiapkan langkah penataan kawasan Alun-alun, termasuk rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL). Jenal menyebutkan bahwa kawasan Jalan Nyi Raja Permas akan dijadikan lokasi relokasi PKL Alun-alun Dewi Sartika pada tahun 2026.
“Insya Allah tahun ini sudah kita anggarkan. Nantinya akan dibangun hanggar yang di dalamnya terdapat wisata kuliner Dewi Sartika, Nyi Raja Permas, dan sekitar Alun-alun. Setelah itu harus jelas, tidak ada lagi tawar-menawar,” tegasnya.
Relokasi tersebut diharapkan mampu memusatkan aktivitas masyarakat dan pelaku UMKM di satu kawasan, sekaligus menjaga kebersihan trotoar dan ruang publik.
“Kita relokasi ke dalam agar okupansi manusia terpusat, UMKM hidup di sana, PKL hidup di sana, dan tidak ada lagi yang mengotori jalan maupun trotoar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, menyampaikan bahwa volume sampah di kawasan Alun-alun meningkat signifikan pasca perayaan malam Tahun Baru.
“Dalam dua hari terakhir Alun-alun luar biasa sampahnya. Hari ini kita mengangkut dua truk dari DLH, satu truk dari PUPR, dan satu truk dari Perumkim. Total sampah yang terangkut sekitar 3,8 ton, dari pasca malam Tahun Baru hingga hari ini,” jelasnya.
Terkait target mempertahankan penghargaan Adipura, Denni menegaskan bahwa Pemkot Bogor terus menjaga konsistensi kebersihan di seluruh wilayah kota melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan stakeholder.
“Kita terus lakukan bersih-bersih bersama OPD dan stakeholder. Tidak hanya Alun-alun, tetapi seluruh titik seperti terminal, pasar, pedestrian, dan saluran air dilakukan secara merata. Kami juga mengajak seluruh wartawan, PWI Kota Bogor, untuk terlibat menjaga kebersihan,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Kepala Cabang Bank BJB Bogor Kota, Heru Baharudin, menyatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan kolaborasi dan sinergi seperti aksi Bebersih Alun-alun Kota Bogor. Bank BJB, kata dia, siap berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial di Kota Bogor.
“Kami mendukung kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, baik Pemkot Bogor maupun PWI Kota Bogor. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan Kota Bogor kembali meraih Piala Adipura,” ucap Heru.
Pada kegiatan Jumat Bersih kali ini, diperkirakan sekitar 500 personel terlibat, terdiri dari unsur DLH, PUPR, Perumkim, PWI Kota Bogor, Pramuka, serta elemen lainnya. Para peserta menyisir kawasan Alun-alun Kota Bogor, Jalan Dewi Sartika, Stasiun Kereta Api, hingga area sekitarnya guna memastikan kebersihan ruang publik tetap terjaga di awal tahun 2026. (Nicko)

