Lifestyle

Siap-siap Ramadan, Puasa 2026 Diperkirakan Kurang dari 50 Hari Lagi

×

Siap-siap Ramadan, Puasa 2026 Diperkirakan Kurang dari 50 Hari Lagi

Sebarkan artikel ini
Niat Puasa Qadha
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki awal tahun 2026, satu pertanyaan mendadak ramai di mana-mana, puasa berapa hari lagi? Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kian dekat dan menjadi momen yang paling dinanti umat Islam karena sarat keberkahan, ampunan, serta peluang besar memperbaiki kualitas iman dan kehidupan.

Tak heran jika topik puasa berapa hari lagi langsung trending di media sosial, grup keluarga, hingga komunitas keagamaan. Hitung mundur menuju Ramadan bukan sekadar rasa penasaran, tetapi tanda kesadaran untuk mulai bersiap—secara spiritual, fisik, dan sosial.

Mengetahui puasa tinggal berapa hari lagi memiliki makna besar. Ramadan membawa perubahan ritme hidup yang signifikan: jam makan bergeser, pola tidur berubah, hingga aktivitas ibadah meningkat drastis.

Dengan mengetahui jarak menuju puasa, di antaranya umat Islam dapat: mulai membiasakan puasa sunnah; menata ulang jadwal ibadah harian; mengatur keuangan dan kebutuhan rumah tangga; dan menyiapkan fisik agar tidak kaget saat Ramadan tiba

Perkiraan Awal Ramadan 1447 H

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Februari 2026. Muhammadiyah memperkirakan awal puasa dimulai Rabu, 18 Februari 2026.

Jika dihitung dari awal Januari 2026, maka jawaban atas pertanyaan puasa berapa hari lagi adalah sekitar 48 hari.

Namun, penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia tetap menunggu Sidang Isbat pemerintah. Dengan metode hisab dan rukyat, ada kemungkinan puasa dimulai pada 19 Februari 2026, sehingga hitung mundurnya menjadi sekitar 49 hari. Perbedaan ini dinilai wajar dan kerap terjadi setiap tahun.

Persiapan Bertahap Menuju Ramadan

Pertanyaan puasa berapa hari lagi sejatinya bukan sekadar hitungan kalender, melainkan alarm rohani. Semakin dekat Ramadan, banyak umat Islam mulai: ,emperbanyak tilawah Al-Qur’an; meningkatkan kualitas salat; melatih kesabaran dan pengendalian diri; dan menyusun menu sahur dan berbuka yang sehat.

Tak hanya itu, keluarga juga mulai merancang anggaran Ramadan, menabung, serta menyiapkan agenda sosial seperti zakat, sedekah, dan berbagi kepada sesama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *