KITAINDONESIASATU.COM – Meski berasal dari keluarga rimpang dan sering digunakan bersamaan, jahe dan kunyit bekerja dengan mekanisme yang berbeda di dalam tubuh.
Perbedaan ini terutama terlihat dalam perannya terhadap sistem pencernaan dan kekebalan tubuh.
Jahe unggul untuk gangguan pencernaan yang muncul cepat
Saat keluhan pencernaan datang secara tiba-tiba, seperti perut kembung, mual, atau rasa tidak nyaman setelah makan, jahe kerap menjadi solusi utama.
Mengutip Health (AS), jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol. Zat ini membantu melemaskan otot polos di saluran pencernaan sekaligus mempercepat proses pengosongan lambung. Dampaknya, rasa penuh dan begah setelah makan dapat berkurang secara signifikan.
Berbagai studi juga menunjukkan jahe efektif meredakan mual akibat mabuk perjalanan, morning sickness pada kehamilan, hingga mual sebagai efek samping kemoterapi.
Selain itu, sifat anti-inflamasi jahe membantu meredakan iritasi tenggorokan serta gejala pilek ringan.



