News

Natal Penuh Makna di Manado, Menag Nasaruddin Tekankan Persaudaraan dan Empati

×

Natal Penuh Makna di Manado, Menag Nasaruddin Tekankan Persaudaraan dan Empati

Sebarkan artikel ini
menag
Menag Nasaruddin UmarUskup Manado bersama Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, di Gereja Katedral Manado. (Dok. Kemenag)

KITAINDONESIASATU.COM – Suasana hangat dan penuh persaudaraan menyelimuti Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado. Kehadiran Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar dalam perayaan Natal menjadi sorotan, sekaligus menegaskan pesan kuat tentang pentingnya kerukunan dan persaudaraan lintas iman di Indonesia.

Menag Nasaruddin Umar tiba langsung di katedral pada Rabu (24/12/2025) dan disambut hangat oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, bersama jajaran pastor serta ribuan umat Katolik. Momen pertemuan dua tokoh ini menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah sukacita umat beragama.

Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa makna Natal jauh melampaui seremoni keagamaan. Natal, menurutnya, adalah momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan.

“Di tengah berbagai tantangan bangsa, Natal mengingatkan kita bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Solidaritas, empati, dan persaudaraan adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujar Menag Nasaruddin Umar, sebagaimana dikutip redaksi di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat harmoni sosial demi Indonesia yang damai, beradab, dan bermartabat.

Sementara itu, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Menteri Agama. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat baru bagi umat Katolik Sulawesi Utara, sekaligus penguat kolaborasi antara gereja dan pemerintah.

“Kehadiran Bapak Menteri Agama adalah bukti bahwa Gereja dan pemerintah berjalan seiring dalam membangun kehidupan beragama yang rukun dan penuh kasih,” tutur Uskup Rolly.

Hal senada disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Ulyas Taha. Ia menegaskan bahwa Sulut selama ini dikenal sebagai contoh daerah dengan toleransi yang terjaga kuat, di mana kebersamaan dan harmoni lintas iman terus dirawat.

Perayaan Natal ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Rektor IAIN Manado, Rektor IAKN Manado, serta jajaran Kanwil Kemenag Sulut.

Kunjungan tersebut ditutup dengan pesan optimisme bahwa kerukunan antarumat beragama akan terus menjadi fondasi utama yang dijaga Kementerian Agama demi persatuan dan keutuhan bangsa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *