KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengejutkan dunia dengan janji kerasnya: akan menghantam pihak-pihak yang bertanggungjawab atas serangan ISIS di Suriah yang menewaskan dua tentara AS dan satu warga sipil.
“Mereka sudah mendapatkan pelakunya tapi kerusakan besar akan tetap dilakukan,” ujar Trump, Minggu (14/12), menegaskan sikap keras Washington terhadap kelompok teroris.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa dua tentara AS dan satu warga sipil tewas, sementara tiga personel militer lainnya terluka akibat penyergapan penembak ISIS di Suriah pada Sabtu (13/12).
CENTCOM menambahkan, penembak itu telah dilumpuhkan dan tewas, namun serangan ini memicu kekhawatiran global.
Laporan media juga menyebut, dua personel keamanan Suriah terluka dalam insiden ini. Menyusul serangan, otoritas Suriah meluncurkan operasi besar-besaran untuk memburu sel-sel ISIS di pedesaan Provinsi Homs.
Pasukan AS di Suriah beroperasi sebagai bagian dari koalisi internasional anti-ISIS yang dibentuk sejak 2014, dengan Suriah resmi bergabung pada 12 November 2025.
Trump menegaskan, pelaku teror tidak akan luput dari balasan keras, menandai eskalasi ketegangan baru di kawasan Timur Tengah. (Sumber: Anadolu)





