KITAINDONESIASATU.COM – Di tengah situasi yang diwarnai dengan tembakan artileri berat dan tank di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, pasukan Israel melaksanakan operasi darat terbatas yang menargetkan Hizbullah di Lebanon. Demikian pernyataan dari pihak Amerika Serikat pada Senin malam, 30 September 2024.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, menjelaskan bahwa Israel sedang fokus menyerang infrastruktur Hizbullah di dekat perbatasan.
Laporan dari media Lebanon mengindikasikan serangan Israel mengenai desa-desa di dekat Metula, Misgav Am, dan Kfar Giladi di Israel utara, yang sebelumnya telah dinyatakan sebagai zona militer tertutup.
Di sisi lain, militer Lebanon menyatakan sedang merestrukturisasi dan memposisikan ulang pasukan mereka setelah menarik diri sejauh tiga mil dari perbatasan selatan.
Ketegangan meningkat saat serangan udara yang menargetkan beberapa lokasi di Lebanon, termasuk di pusat kota Beirut, yang merupakan serangan pertama di daerah itu dalam hampir dua dekade. Serangan ini terjadi setelah Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan bahwa fase berikutnya dari operasi terhadap Hizbullah akan segera dimulai.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengancam Iran, menyatakan bahwa tidak ada tempat di Timur Tengah yang tidak bisa dijangkau oleh Israel.
Dalam pidatonya, Netanyahu juga memperingatkan Teheran bahwa Israel akan menyerang jika diperlukan untuk melindungi rakyatnya.
Pembunuhan Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, oleh serangan udara Israel beberapa hari sebelumnya telah menjadi pukulan besar bagi Hizbullah dan sekutunya, Iran.
Pemimpin sementara Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, bersumpah untuk melanjutkan perlawanan meskipun Nasrallah telah tewas, dan mengklaim kelompoknya siap menghadapi serangan darat dari Israel.- ***
Sumber; The Guardian


