KITAINDONESIASATU.COM -Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang, Banten melakukan demonstrasi, Senin 30 September 2024 sore, untuk menuntut penyelesaian persoalan agraria dengan membakar ban bekas di halaman Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Aksi bakar ban dalam demonstrasi itu dilakukan karena mahasiswa merasa kesal tidak bisa bertemu langsung dengan Penjabat Bupati Tangerang Andi Ony guna menyampaikan aspirasi mereka.
“Kami meminta agar Pj Bupati Tangerang bisa menemui kami. Kemarin beliau tidak mau bertemu, sekarang kami minta bisa bertemu,” ujar salah satu koordinator akTangerang,
Sejumlah mahasiswa bahkan mencoba merangsek masuk ke dalam kawasan kantor bupati untuk mencari orang nomor satu di Pemkab Tangerang itu. Bahkan, beberapa dari massa aksi mencabut sejumlah sepanduk yang ada di lokasi perkantoran itu sebagai bentuk kekecewaan mereka.
Ketua GMNI Kabupaten Tangerang, Endang Kurnia, menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan aliansi mahasiswa dari berbagai kampus dan masyarakat itu memiliki 10 tuntut kepada pimpinan daerah di Kabupaten Tangerang.
Tuntutan itu antara lain meminta Pj Bupati dan DPRD Kabupaten Tangerang berpihak kepada rakyat, bukan kepada korporasi di balik pembangunan Pantai Indah Kosambi (PIK 2).
Kemudian Pj Bupati dan DPRD Kabupaten Tangerang harus memastikan ketersediaan akses jalan ke dalam kawasan PIK 2 bagi warga yang tinggal berdekatan dengan Proyek Strategis Nasional tersebut.
Kemudian, menuntut Bupati dan DPRD Kabupaten Tangerang memastikan pembebasan lahan dengan prinsip ganti untung bagi rakyat, serta mengusut oknum yang diduga memainkan NJOP di bawah rata-rata untuk pengadaan lahan PIK 2 yang merugikan rakyat pemilik tanah.


