KITAINDONESIASATU.COM – Jawa Timur menduduki peringkat ke-6 sebagai provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan volume produksi mencapai 47.994 ribu ton, dengan area perkebunan kopi 116,25 ribu hektar
Menurut menurut data Statistik Kopi Indonesia tahun 2022 nilai ekspor, Jawa Timur menjadi provinsi dengan nilai ekspor kopi terbesar ketiga secara nasional pada tahun 2020-2021, setelah Lampung dan Sumatera Utara.
Wialyah penghasil kopi Jawa Timur merujuk merujuk kepada sejumlah daerah seperti Banyuwangi, Jember, Malang, Pasuruan hingga Bondowoso, dengan merujuk pada beragam jenis kopi berkualitas tinggi.
beberapa daerah penghasil kopi seperti Jember (Robusta Jember), Bondowoso, Banyuwangi Ijen dan Raung (Arabika Ijen dan Raung), Malang (Arabika Tumpangsari), dan Pasuruan.
Kopi-kopi ini dikenal dengan cita rasa unik yang dihasilkan dari kondisi geografis pegunungan vulkanisnya, seperti manis, asam, dan aroma buah-buahan atau cokelat.
Jawa Timur juga termasuk salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia dan produknya telah diekspor ke pasar internasional.
Jenis kopi unggulan
Kopi Robusta Jember, salah satu kopi robusta terbaik dengan karakter pahit dominan namun juga memiliki rasa asam yang unik.
Kopi Arabika Ijen, berasal dari lereng Gunung Ijen, memiliki rasa asam, manis, dan sedikit pahit, dengan aroma buah-buahan.
Kopi Arabika Raung, dihasilkan dari sekitar Gunung Raung, memiliki rasa asam, manis, sedikit pahit, dan aroma bunga.
Kemudian Kopi Arabika Tumpangsari, dihasilkan dari kawasan Gunung Tumpangsari (Malang), memiliki rasa asam, manis, sedikit pahit, dan aroma cokelat.
Kopi Bromo, merupakan kopi arabika unggulan dari Jawa Timur yang digemari secara internasional dihasilkan dari sekitar pegunungan di Bromo.
Kondisi geografis pegunungan vulkanis seperti Gunung Ijen, Raung, dan Argopuro menciptakan tanah yang subur untuk perkebunan kopi.
Beberapa daerah seperti Ijen dan Raung menghasilkan kopi arabika dengan rasa yang bright dan citrusy, sedangkan kopi Malang memiliki rasa manis alami dengan aroma karamel.
Kopi-kopi dari wilayah ini diproduksi oleh berbagai UMKM di Jawa Timur dan sebagian sudah berhasil menembus pasar ekspor.
Adapun 4 daerah penghasil kopi di Jawa Timur masing masing adalah Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Malang.
Berikut ini daftar produksi kopi di empat kabupaten tersebut di atas dengan rincian sebagai berikut:
Bondowoso – produksi kopi Bondowoso mencapai 10.920 ton tahun 2023 dengan jenis kopi Arabika dihasilkan dari wilayah kawasan Ijen, Gunung Raung.
Jember – produksi kopi wilayah Kabupaten Jember menurut data BPS tahun 2023 mencapai 12.361 ton jenis kopi robusta dihasilkan dari wilayah perkebunan kopi di Kecamatan Silo, Kecamatan Sukorambi.
Setidaknya secara umum, 27 dari 31 kecamatan di Jember memiliki perkebunan kopi, dengan beberapa wilayah utama lainnya termasuk Glenmore, Kalibaru, dan Songgon.
Banyuwangi – produksi kopi Kabupaten Banyuwangi mencapai 13.104 ton per tahun dari data BPS tahun 2023 dihasilkan dari kawasan Banyuwangi bagian selatan kawasan Taman Nasional Meru Betiri dengan jenis kopi robusta.
Karena keunggulannya kopi kawasan ini 80 persen dikirim ke Italia yang didapat dari daerah Malangsari.
Malang – produksi kopi wilayah Kabupaten Malang jumlahnya mencapai 13.673 ton per tahun dikenal sebagai kopi amstirdam yang diperoleh dari kawasan Ampekgading, Sembermanjing, Tirtoyudo dan Dampit.
Kopi daerah ini memiliki kekhasan tersendiri bahkan kekentalan dan aroma khas karamel bisa dirasakan dari kopi daerah Malang ini.
Kopi daerah ini banyak diminati pasar manca negara sehingga 90 persen kopi di daerah ini sudah langsung diekspor ke lua negeri. **


