Sosok

Transformasi Chairul Tanjung dari Anak Singkong Jadi Miliarder

×

Transformasi Chairul Tanjung dari Anak Singkong Jadi Miliarder

Sebarkan artikel ini
FotoJet 2 21
Khairul Tanjung

KITAINDONESIASATU.COM – Chairul Tanjung dikenal sebagai pengusaha sukses yang membangun kerajaan bisnis CT Corp, sebelumnya bernama Para Group. Perusahaan ini terbagi dalam tiga subholding, yaitu Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources, yang mencakup sektor finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, serta sumber daya alam.

Menurut Forbes, 5 Juni 2024, kekayaan Chairul Tanjung mencapai US$5,1 miliar atau sekitar Rp81,11 triliun, menjadikannya orang terkaya ke-8 di Indonesia.

Meski kini menjadi pebisnis sukses, Chairul Tanjung dijuluki “Si Anak Singkong” karena berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Berkat kegigihan dan sikap pantang menyerah, ia berhasil meraih kesuksesan.

Chairul Tanjung lahir di Kemayoran, Jakarta, pada 18 Juni 1962, dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah.
Ayahnya seorang wartawan pada masa Orde Lama, namun usahanya bangkrut saat Orde Baru, membuat keluarganya tinggal di kamar sempit di losmen.
Meskipun hidup dalam keterbatasan, Chairul Tanjung menempuh pendidikan di SD dan SMP Van Lith Jakarta, lalu SMA Negeri 1 Boedi Oetomo.

Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI) pada 1987, sambil berjualan untuk biaya kuliah.

Chairul juga memperoleh gelar MBA dari Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM) pada 1993.

Chairul memulai berbagai bisnis, seperti menjual buku, usaha fotokopi, dan kaos. Meskipun beberapa bisnisnya gagal, semangatnya untuk berbisnis terus tumbuh.

Pada 1987, ia bersama tiga rekannya mendirikan PT Pariarti Shindutama, yang berhasil mengekspor 160.000 pasang sepatu anak-anak ke Italia. Namun, Chairul akhirnya keluar dari perusahaan tersebut karena perbedaan visi.

Setelah itu, Chairul memfokuskan diri pada tiga bidang bisnis utama: keuangan, properti, dan multimedia.

Ia mendirikan Para Inti Holdindo yang menaungi perusahaan subholding di sektor-sektor tersebut.

Salah satu langkah besar Chairul adalah membeli Bank Karman yang kemudian diubah menjadi Bank Mega.

Saat krisis moneter 1998, Bank Mega mampu bertahan dan mencetak keuntungan besar. Di sektor media, Chairul mendirikan Trans TV, yang kemudian mengakuisisi TV7 dan diubah menjadi Trans7.

Di bidang properti, Chairul mendirikan Bandung Supermall dan beberapa proyek properti lainnya. Pada 2010, melalui Trans Corp, ia mengakuisisi 40% saham Carrefour Indonesia. Pada 2011, Para Group berubah menjadi CT Corp, yang membawahi Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources.

Ketekunan dan inovasi menjadi kunci kesuksesan Chairul Tanjung. Meskipun sering menghadapi kegagalan, ia tidak pernah menyerah.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi untuk memenangkan persaingan di era digital.

Menurut Chairul, produktivitas dan efisiensi cukup untuk bertahan, tetapi inovasi dan kreativitas diperlukan untuk sukses dalam bisnis.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *