KITAINDONESIASATU.COM – Korban kematian akibat kebakaran terparah di Tai Po, New Territories, Hongkon terus bertambah, hingga Kamis (27/11/2025) dilaporkan mencatat 44 orang meninggal dan 279 lainnya hilang.
Kebakaran ini merupakan kebakaran terbesar di Hong Kong dalam 30 tahun terakhir, pihak kepolisian menangkap 3 orang tersangka diduga menjadi penyebab kebakran yang kini menjalar ke tujuh blok hunian.
Otoritas setempat menyampaikan, dikarenakan gedung terbungkus dengan perancah bambu yang mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran api.
Beberapa penghuni mengatakan, sebagian besar penghuni apartemen ini adalah lansia dengan mobilitas yang terbatas, namun belum ada laporan tentang korban dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Karena tidak sedikit para pekerja yang berada di Hong Kong di antara mereka sebagai pengasuh para lansia dan tinggal di apartemen-apartemen yang tersebar di kota itu.
Dilansir dari media AFP dan Reuters, kebakaran terjadi kemarin Rabu (26/11/2205) di perumahan Hung Fook Court, Tai dengan 8 gedung dan berkisar 2.000 unit hunian.
Upaya penyelamatan dari petugas Damkar terus dilakukan, dikarenakan suhu tinggi dan asap tebal di dalam gedung menyulitkan tim penyelamat untuk naik ke lantai atas, diprediksikan masih ada orang yang terperangkap di dalam gedung.
Pihak polisi menyampaikan telah menangkap 3 orang yang diduga terlibat dalam kebakaran ini, namun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kawasan perumahan yang terbakar adalah Hung Fook Court, Tai Po, kompleks perumahan yang telah berusia 42 tahun, terdiri dari 8 blok gedung dengan total 1.984 unit perumahan.
Sebelum kebakaran terjadi, kompleks ini sedang menjalani renovasi tembok luar gedung, semua bangunan dipasangi perancah bambu untuk memudahkan pekerjaan renovasi.
Sekitar pukul 15.00, ada warga yang melihat api membakar perancah bambu di salah satu gedung, karena angin kencang, menyebabkan api menjalar dengan cepat ke perancah bambu gedung-gedung lain dan memicu kebakaran di puluhan unit hunian.
Ada juga warga melaporkan melihat api pertama kali muncul dari ruang sampah di salah satu gedung.
Setelah kebakaran terjadi, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan sejumlah besar petugas Damkar untuk memadamkan api. Pada pukul 18.22, kebakaran di luar kendali dan menjalar dengan cepat, dilaporkan situasi kebakaran Level 5.
Media Sing Tao Daily melaporkan bahwa petugas pemadam kebakaran terus-menerus menyemprotkan air ke gedung-gedung, beberapa kali terdengar suara ledakan di lokasi.
Api telah menjalar ke 7 blok gedung tetangga, termasuk Hung Tai Court dan Hong Shing Court, 2-3 gedung dilaporkan dalam kondisi paling kritis.
Suhu yang sangat tinggi di lokasi membuat beberapa lantai belum bisa dijangkau oleh petugas pemadam kebakaran.
Menurut laporan, Dinas Pemadam Kebakaran telah mengerahkan 760 personel untuk upaya penyelamatan, menangani 28 korban luka, diantaranya 9 orang dinyatakan meninggal di lokasi kejadian dan 6 orang dalam kondisi parah.
Kemudian, 4 orang lagi dinyatakan meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit. Dalam insiden ini, 1 petugas pemadam kebakaran gugur dan 2 orang luka-luka. Hingga saat ini, penyebab kebakaran ini belum diketahui.
Diketahui bahwa perancah bambu tradisional mudah terbakar, Pemerintah Hong Kong telah mengeluarkan peraturan bahwa mulai 21 Maret 2025, semua perancah untuk proyek konstruksi baru harus mengandung minimal 50% material logam.
Namun, kebijakan ini mendapat suara protes dari kalangan industri konstruksi Hong Kong yang khawatir akan memengaruhi mata pencaharian para pekerja perancah bambu. Departemen Pengembangan Hongkong menegaskan bahwa peraturan baru ini tidak termasuk untuk pekerjaan renovasi tembok luar gedung. **


