KITAINDONESIASATU.COM – Banjir dan longsor yang menerjang wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengakibatkan 2.393 kepala keluarga terdampak. Bencana ini juga meluas ke enam kabupaten/kota lainnya, yaitu Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, serta Nias.
Menurut data Polda Sumut per Selasa, 25 November 2025, tercatat 10 warga meninggal dunia. Selain itu, tiga orang mengalami luka-luka dan enam warga lainnya masih dalam proses pencarian. Hingga kini, sebanyak 445 warga terpaksa mengungsi dari lokasi terdampak.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan bahwa seluruh personel telah diterjunkan untuk membantu proses penanganan bencana. Ia juga menyerukan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan. Dalam keterangannya, Ferry mengatakan, “Evakuasi, pencarian korban, hingga pembukaan akses jalan dilakukan tanpa henti. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan.”
Upaya pencarian terhadap enam warga yang belum ditemukan terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan para relawan. Sejumlah akses menuju wilayah terdampak diketahui terputus akibat tertutup material longsor.
Gangguan jaringan komunikasi juga terjadi di Tapanuli Tengah karena infrastruktur kelistrikan milik PLN ikut rusak terkena longsor dan banjir bandang.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Peralatan BPBD Sumut, Sri Wahyuni, yang mengatakan, “Jaringan masih terputus. Kemudian ini masuk wilayah terisolir semua. Akses menuju Tapteng terputus semua,” saat ditemui media pada Selasa 26 November 2025. (*)
