Berita Utama

Profil Ira Puspadewi, Mantan Dirut ASDP dengan Rekam Jejak Korporasi Cemerlang

×

Profil Ira Puspadewi, Mantan Dirut ASDP dengan Rekam Jejak Korporasi Cemerlang

Sebarkan artikel ini
ira
mantan dirut asdp, ira puspadewi, mendapat rehabilitasi dari presiden prabowo subianto. (ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Ira Puspadewi adalah seorang eksekutif perempuan yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor korporasi multinasional dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dari tahun 2017 hingga 2024.

Lahir di Malang, Ira Puspadewi menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (lulus 1990). Ia kemudian melanjutkan studi magister Development Management di Asian Institute of Management, Filipina, dan meraih gelar Doktor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada tahun 2018.

Sebelum berkarier di BUMN, Ira memiliki pengalaman di industri global, termasuk menjabat sebagai Direktur Global Initiative Regional Asia untuk tujuh negara di perusahaan ritel GAP Inc. Sejak kembali ke Tanah Air, kariernya di BUMN melejit.

Ia dipercaya memimpin sebagai Direktur Utama PT Sarinah (Persero) pada tahun 2014, dilanjutkan sebagai Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM PT Pos Indonesia (Persero) pada tahun 2016, hingga akhirnya menjabat Dirut ASDP pada Desember 2017. Selama memimpin ASDP, ia dikenal membawa transformasi, termasuk implementasi sistem cashless di pelabuhan.

Namun, kariernya sempat menjadi sorotan publik. Ira divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi terkait kerja sama usaha dan akuisisi PT Jembatan Nusantara.

Meskipun demikian, pada Selasa 25 November 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan rehabilitasi penuh kepada Ira Puspadewi setelah adanya putusan hakim yang berbeda pendapat dan pertimbangan prinsip Business Judgement Rule (BJR)

Di bawah kepemimpinan Ira Puspadewi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan lompatan signifikan dalam transformasi digital. Inisiatif utamanya adalah implementasi sistem tiket online dan cashless secara masif melalui website dan aplikasi Ferizy.

Penggunaan Ferizy bertujuan menghilangkan praktik percaloan dan mempermudah reservasi tiket penyeberangan. Dengan sistem ini, pembelian tiket wajib dilakukan jauh hari dan secara daring, sehingga mengurangi antrean panjang di pelabuhan.

Transformasi ini juga mencakup digitalisasi pengelolaan pelabuhan dan kapal, yang mendukung efisiensi operasional dan meningkatkan standar pelayanan kepada penumpang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *