KITAINDONESIASATU.COM-Kendati Pemerintah Pusat mengharuskan melakukan efisiensi anggaran, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang malah menambahkan kuota beasiswa S1 dan kuota sekolah swasta gratis tahun 2026. Pertimbangannya guna menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Intan Nurul Hikmah Wakil Bupati Tangerang mengatakan, usai dilakukan musyawarah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tangerang yang sebelumnya direncanakan atau dalam RAPBD sebesar Rp 9,11 triliun, kini pada APBD 2026 ditetapkan sebesar Rp 8,62 triliun.
Berkurangnya APBD 2026 dikarenakan adanya kebijakan Pemerintah Pusat yang mengharuskan untuk dilakukannya efisiensi anggaran. “Jadi, APBD 2026 sebesar Rp 8,62 triliun atau berkurang 5,34 persen disbanding APBD tahun 2025,” ujar Wakil Bupati Tangerang, Selasa (25/11/2025).
Kata Intan, meski ada pemangkasan dana transfer, yang merupakan kebijakan efisiensi dari Pemerintah Pusat, Pemkab Tangerang tetap akan memprioritaskan program-program unggulan, terutama yang menyangkut langsung dengan masyarakat. “Salah satunya, dalam bidang pendidikan, pada tahun 2026 kuota beasiswa untuk S1 tetap ditambah dua kali lipat dari tahun 2025,” ungkapnya.
Sedangkan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengungkapkan bahwa kuota beasiswa S1 pada 2025 hanya sebanyak 235 mahasiswa, tahun 2026 kuotanya ditambah menjadi 650 mahasiswa dengan anggaran sebesar Rp 30 Miliar. ”Alhamdulillah, untuk beasiswa kita tambah yang tahun ini hanya untuk 235 mahasiswa, kini ditambah menjadi 650 mahasiswa,” ujarnya.
Soma juga mengungkapkan untuk sekolah swasta gratis, dari total sebanyak 21.646 siswa, tahun 2026 menjadi 41.664 siswa yang terdiri dari SD dan SMP se Kabupaten Tangerang.
Soma menambahkan, hal ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemkab Tangerang dalam berinvestasi dibidang sumber daya manusia (SDM). Karena, untuk menciptakan daerah yang maju harus dibarengi dengan kualitas masyarakatnya. ”Pemerintah Kabupaten hadir dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.” ujarnya. (*)


