KITAINDONESIASATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan inisiatif utama pemerintah bagi para santri di lingkungan pesantren terus digencarkan. Meskipun menjadi program prioritas, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i, mengungkapkan bahwa per 20 November 2025, implementasi MBG di seluruh pesantren baru mencapai sekitar dua persen dari total sasaran.
Meskipun persentase awal masih kecil, Wamenag menjamin bahwa pemerintah memiliki komitmen penuh untuk memastikan seluruh santri di Indonesia akan menerima manfaat dari program MBG tanpa terkecuali.
Ia menekankan bahwa pesantren adalah bagian integral dari sistem pendidikan nasional, sehingga pemenuhan gizi bagi para santri menjadi perhatian utama.
“Kita ingin memastikan tidak ada satu pun santri yang tertinggal dalam program Makan Bergizi Gratis,” tegas Romo Syafi’i.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi santri, mendukung konsentrasi belajar, dan menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas.
MBG sendiri merupakan salah satu dari dua program gizi-kesehatan yang dicanangkan pemerintah, selain Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang keduanya diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2025.
Upaya percepatan kini sedang dilakukan, salah satunya dengan pembangunan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur-dapur khusus di lingkungan pesantren.
Melalui percepatan ini, pemerintah optimis cakupan penerima MBG di kalangan santri akan terus meningkat signifikan dalam beberapa bulan ke depan, demi mewujudkan janji seluruh santri mendapatkan asupan gizi yang layak.(*)
