KITAINDONESIASATU.COM – Dokter Jiemi Ardian akhirnya memberikan tanggapan terkait polemik antara Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal, dan seorang ahli gizi yang sempat viral. Sebelumnya Cucun menilai bahwa saran serta penjelasan yang diberikan ahli gizi tersebut terkesan arogan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung.
Video pernyataan Cucun pun menyebar luas, terutama saat ia mengancam akan menghapus profesi ahli gizi di SPPG dan menggantinya dengan lulusan SMA yang hanya diberi pelatihan tiga bulan. Situasi itu memicu reaksi publik, termasuk dari Dokter Jiemi Ardian.
Melalui unggahan di akun Twitter/X pada 17 November 2025, Jiemi menilai bahwa ia tidak melihat adanya sikap arogan dari ahli gizi yang dimaksud. Ia menuliskan, “Masih mencari di mana arogannya mbak yang ngomong. Udah ngasih solusi baik-baik loh itu. Terus kok yang lain bsia setuju sama si bapak ini. Kok kualitas wakil rakyat kita gini amat. Dikasih masukan malah sibuk defensif,” tandasnya.
Cuitan tersebut telah ditonton lebih dari 67,6 ribu kali, dan banyak warganet turut memberikan pendapat. Akun @lipodiana berkomentar, “Tipikal boomer yang kalau anaknya jawab menjelaskan pas lagi dikasih tahu dianggap melawan dan ndak menghormati orang tualah. Karena merasa lebih berkuasa ya begitu.”
Warganet lain, @sipiongotist, menambahkan, “Padahal kalau gak sepakat sama mbaknya tinggal jawab: Terima kasih masukannya, nanti saran-sarannya akan kita kaji lebih lanjut as a simple as that ngapain marah-marah.”Akun @literalush juga menanggapi isu rencana mengganti ahli gizi dengan lulusan SMA, “Mana ngomongnya fresh graduate SMA mau dilatih 3 bulan terus jadi pengawas gizi. Mohon maaf, kalau lulusan SMA kayak jebolan COC sih gapapa lah, nah sekarang kebanyakan anak SMA aja ada yang gak bisa baca. Ih sebel banget.” (*)




