KITAINDONESIASATU.COM – Insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading membuat publik terkejut. Dugaan sementara mengarah pada seorang siswa yang disebut-sebut menjadi korban perundungan, sebagaimana disampaikan oleh saksi yang merupakan pelajar kelas XI sekolah tersebut.
“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” ujarnya, dikutip Kilat.com dari Antara News.
Selain ledakan, perhatian besar juga tertuju pada senjata api rakitan ditemukan di lokasi, yang memiliki berbagai tulisan mencurigakan. Salah satu yang mencolok adalah frasa “Natural Selection” di bagian bawah senjata. Seorang pengguna Twitter bernama @dwpaean kemudian menjelaskan dalam unggahan pada 7 November 2025 bahwa tulisan itu mengacu pada kasus penembakan terkenal.
“Natural Selection – Kaso yang dipakai Eric Harris saat penembakan Columbine High School,” tulisnya.
Nama Eric Harris kemudian menjadi sorotan. Berdasarkan informasi dari Temple University Press, Eric David Harris adalah salah satu pelaku penembakan massal di Columbine High School, Colorado, pada 20 April 1999, bersama Dylan Klebold. Awalnya, Harris berencana meledakkan bom propana di kantin sekolah untuk menimbulkan korban besar, namun gagal. Setelah itu, ia dan Dylan melakukan penembakan acak, menewaskan 12 siswa dan satu guru serta melukai sekitar 20 orang sebelum mengakhiri hidup di perpustakaan sekolah.
Penyidikan mencatat bahwa Eric menunjukkan indikasi gangguan mental, seperti sifat psikopat, manipulatif, narsistik, dan rasa superioritas. Ia juga dikenal sebagai sosok utama dalam perencanaan serangan, kerap mengekspresikan kebencian terhadap manusia dan sistem sosial sekolah. Selain itu, Eric gemar bermain gim tembak-tembakan dan memiliki situs pribadi berisi ancaman serta rencana tindak kekerasan.
Demikian penjelasan mengenai sosok Eric Harris yang dikaitkan dengan tulisan “Natural Selection” pada senjata rakitan yang ditemukan usai ledakan di SMAN 72. (*)


