Berita Utama

Tak Mau Lengah, Pemkab Bogor Siagakan 3.000 Personel Hadapi Bencana

×

Tak Mau Lengah, Pemkab Bogor Siagakan 3.000 Personel Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini
apel
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardi Lestanto menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Bogor. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM– Memasuki musim hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang, Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan kesiapannya dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Komplek Pemda Kabupaten Bogor, Rabu 5 Oktober 2025, menjadi wujud komitmen bersama antara Pemkab Bogor, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta unsur terkait dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di wilayah yang dikenal memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Apel siaga tersebut diikuti oleh jajaran Polres Bogor, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai pihak terkait lainnya. Fokus kegiatan ini adalah memastikan kesiapan sumber daya manusia, peralatan, serta sistem koordinasi antarinstansi agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terarah, dan efektif. Langkah ini juga menjadi bentuk kesiapan daerah dalam menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat di penghujung tahun.

Baca Juga  Pemkab Bogor Dorong Kesetaraan Gender Lewat Program 'Si Aktif Bogor'

Secara nasional, kegiatan serupa juga digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat agar penanganan bencana dapat berjalan dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi di seluruh wilayah.

Dalam apel tersebut, para relawan tanggap bencana turut menerima rompi khusus sebagai simbol penghargaan dan dukungan atas dedikasi mereka di lapangan. Rompi tersebut juga berfungsi mempermudah identifikasi serta memperkuat koordinasi ketika terjadi situasi darurat.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardi Lestanto menjelaskan, sebanyak 3.000 personel gabungan telah disiagakan di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Dengan luas wilayah yang besar dan jumlah penduduk mencapai lebih dari lima juta jiwa, diperlukan sistem komunikasi dan koordinasi yang solid agar setiap laporan masyarakat bisa segera ditangani.

Baca Juga  Pulihkan Sukajaya, Pemkab Bogor Bangun Rumah, Sekolah dan Harapan Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *