KITAINDONESIASATU.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo meminta masyarakat yang tingal di lereng perbukitan agar meningkatkan kewaspadaannya menghadapi musim penghujan ini.
Mengingat awal musim penghujan baru saja dimulai namun sejumlah peristiwa tanah longsor sudah banyak yang terjadi di kawasan lereng perbukitan.
BPBD Ponorogo mencatat sebanyak delapan kejadian bencana dalam sepekan terakhir mulai 21 hingga 27 Oktober 2025, telah terjadi peristiwa longsor 6 peristiwa tanah longsor dan 2 kejadian cuaca ekstrem yang menimbulkan kerusakan, namun tanpa korban jiwa.
Dari peristiwa di atas terjadi di wilayah Kecamatan Sawoo adanya talud jalan poros mengalami longsor, di Desa Tempuran dan Desa Sawoo sendiri, Kemudian wilayah Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung dan berikutnya di Desa Wonodadi Kecamatan Ngrayun serta Desa Pupus di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, sejumlah rumah warga menjadi korban longsoran tanah.
Sementara dua peristiwa cuaca ekstrem terjadi di Desa Karangan dan Sambirejo, Kecamatan Balong kemudian di Desa Sempu, Kecamatan Ngebel terjadinya hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan sejumlah atap rumah warga di wilayah itu.
Seperti halnya longsor di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo terjadi pada Minggu (26/10/2025) teping 10 meter di desa itu longsor menghantam rumah liki Mitun hingga dua Kepala Keluarga harus mengungsi.
Longsor menimpa dinding utama kamar mandan dan dapur rumah seorang wanita lansia Ny Mitun hingga material tanah dan bebatuan menjebol tembok dari tebing yang ada di belakang rumahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun mengatakan warga perlu memperhatikan kondisi drainase, jika saluran air tersumbat, air hujan akan meresap ke tanah dan membuat struktur tanah menjadi gembur, dampaknya, ikatan antar tanah bisa lepas dan memicu longsor.
Di awal musim penghujan belakangan ini memang sering kali terjadi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Ponorogo adanya hujan lebat dan angin kencang, kombinasi peristiwa ini bisa berdampak terjadinya tanah longsor terutama di daerah lereng yang semula kering berubah langsung basah belum lagi adanya angin kencang merobohkan pohon dan merusak sejumlah rumah warga.
Kini BPBD Ponorogo menyiagakan petugas lapangan untuk melakukan langkah cepat jika terjadi kejadian serupa khususnya di wilayah memiliki kerawanan tinggi seperti wilayah Kecamatan Ngebel, Pulung hingga kawasan Sawoo dan sekitarnya. **
