Berita Utama

Setahun Sudah Puluhan Siswa SD dan SMP Mempertaruhkan Nyawanya

×

Setahun Sudah Puluhan Siswa SD dan SMP Mempertaruhkan Nyawanya

Sebarkan artikel ini
neberang sungai
Suasana saat anak sekolah di Kampung Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang menyeberangi sungai deras akibat jembatan putus. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Puluhan bocah murid SD dan SMP menunjukkan semangatnya dalam menuntut ilmu. Bahkan saking semangatnya menyongsong Indonesia Emas pada 2045 mendatang, mereka mempertaruhkan nyawanya untuk memenuhi wajib belajar 13 tahun mulai 2025/2026.

Semangat dan mempertaruhkan nyawa itu, terekam di sebuah video yang viral di media sosial yaitu memperlihatkan puluhan murid SD dan SMP di Kampung Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, harus menyeberangi sungai dengan cara berenang untuk berangkat ke sekolah. Mereka terpaksa melakukan itu dikarenakan jembatan penghubung di wilayah tersebut sudah setahun ini putus.

Dalam video berdurasi 37 detik itu, tampak para siswa menyeberangi sungai berlumpur dengan arus cukup deras, dibantu seorang guru yang menjaga agar mereka tidak terseret air.

Firdaus, warga setempat membenarkan bahwa jembatan gantung di wilayahnya hanyut akibat banjir besar awal Oktober 2024. “Kalau tidak salah, waktu itu banjir besar sampai menghanyutkan jembatan gantung di Kampung Cegog,” kata Firdaus, Jumat (24/10/2025).

Menurut Firdaus, pasca hanyutnya jembatan tersebut, warga sudah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan kembali jembatan kepada pemerintah daerah. Akan tetapi sampai sekarang hasilnya nol besar.  

“Pemkab Pandeglang pernah menjanjikan akan membangun lagi jembatan yang hanyut, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Padahal, jembatan itu sangat dibutuhkan terutama oleh anak-anak sekolah,” ujar Firdaus dengan nada lirih.

Menurut Firdaus, hampir setiap hari siswa harus menggadaikan nyawanya untuk menyeberangi sungai gna menunut ilmu di sekolah. “Kalau arus deras, kadang anak-anak dituntun satu per satu biar tidak hanyut,” katanya.

Melihat pertaruhan nyawa yang dilakukan puluhan siswa SD dan SMP tersebut, Wakil Ketua DPRD Pandeglang, M Dadi Rajadi, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk segera membangun jembatan baru atau setidaknya menyediakan jalur alternatif yang aman.

“Saya minta Bupati Pandeglang segera menindaklanjuti persoalan ini. Keselamatan anak-anak kita tidak boleh diabaikan. Minimal ada solusi sementara agar mereka tidak harus menyeberangi sungai setiap berangkat atau pulang sekolah,” tegasnya.

Dadi juga menekankan pentingnya perhatian lebih terhadap infrastruktur dasar di daerah-daerah pedalaman Pandeglang yang rawan bencana. “Jangan sampai anak-anak sekolah dibiarkan terus bertaruh nyawa hanya untuk menuntut ilmu,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *