KITAINDONESIASATU.COM-Hingga September 2025 sebanyak 379 kasus HIV/AIDS di Pandeglang ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang. Angka tersebut jauh dari Padahal target Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menargetkan penemuan 552 orang dengan Infeksi HIV (ODIHIV) di Pandeglang.
Dian Handayani Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Pandeglang mengatakan, saat ini penularan HIV/AIDS di Pandeglang tertinggi berasal dari hubungan seks sesama laki-laki (LSL). “Banyak faktor penyebabnya, tapi yang tertinggi sekarang yaitu LSL atau laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki,” ungkapnya, Senin (20/10/2025).
Penularan HIV/AIDS di Pandeglang, selain LSL juga ditularkan melalui prostitusi, pengguna narkoba suntik, serta penularan dari ibu ke anak (relative kecil). “Kalau penularan dari ibu ke anak sedikit sekali. Pengguna narkoba suntik juga turun dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Dian.
Dari total 379 kasus yang tercatat, 266 orang masih aktif menjalani pengobatan antiretroviral (ARV). Sebagian meninggal dunia atau tidak lagi menjalani kontrol pengobatan. “Kasus itu akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya. Yang masih rutin berobat ada 266 orang,” ujar Dian.
Saat ini Dinkes Pandeglang memiliki tujuh fasilitas layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV/AIDS di Pandeglang, antara lain RS Aulia. Puskesmas Cadasari, Saketi, Labuan, Panimbang, RSUD Berkah Pandeglang, serta RS Labuan yang sedang dirintis oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Dian menambahkan, gejala HIV bervariasi. Ada penderita yang mengalami penyakit kulit, infeksi paru-paru seperti TBC, hingga penurunan berat badan ekstrem (wasting syndrome). “Bisa juga ditandai dengan diare terus-menerus, bercak putih di lidah, atau infeksi jamur di mulut,” ujarnya.
Untuk itu, Dian mengimbau masyarakat yang pernah melakukan perilaku berisiko, seperti seks bebas atau penggunaan narkoba suntik, sebaiknya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. “Silakan periksa ke puskesmas atau layanan kesehatan. Kalau hasilnya positif, nanti akan dirujuk ke tujuh fasilitas pengobatan yang kami miliki,” katanya. (*)
