News

PBNU Akan Tempuh Jalur Hukum, Tayangan Trans7 Dinilai Lecehkan Pesantren dan Tokoh NU

×

PBNU Akan Tempuh Jalur Hukum, Tayangan Trans7 Dinilai Lecehkan Pesantren dan Tokoh NU

Sebarkan artikel ini
PBNU Akan Tempuh Jalur Hukum, Tayangan Trans7 Dinilai Lecehkan Pesantren dan Tokoh NU
PBNU Akan Tempuh Jalur Hukum, Tayangan Trans7 Dinilai Lecehkan Pesantren dan Tokoh NU

KITAINDONESIASATU.COM –  Program Xpose Uncensored yang tayang di Trans7 pada Senin, 13 Oktober 2025, menuai kecaman keras dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tayangan tersebut dinilai melecehkan pesantren dan tokoh-tokoh yang dihormati oleh kalangan Nahdliyin.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyatakan pihaknya akan mengambil langkah hukum atas tayangan itu.

“Saya telah menginstruksikan kepada Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU untuk mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan terkait hal ini,” tegasnya.

Gus Yahya menyampaikan protes keras karena tayangan tersebut dianggap mencederai prinsip jurnalisme dan berpotensi mengganggu ketenteraman sosial.

Baca Juga  Sri Mulyani Ungkap Alasan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Mulai 2026

“Tayangan Trans7 itu isinya secara terang-terangan melecehkan bahkan menghina pesantren, menghina tokoh-tokoh pesantren yang sangat dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa isi program itu bukan hanya menyalahi etika jurnalistik, tetapi juga bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. Oleh karena itu, PBNU menuntut Trans7 dan Trans Corporation untuk bertanggung jawab dan melakukan perbaikan sosial.

“Kami menuntut agar Trans7 dan Trans Corporation membuat langkah-langkah yang nyata, yang jelas, untuk memperbaiki kerusakan yang sudah ditimbulkan akibat tayangan tersebut,” kata Gus Yahya.

Baca Juga  PBNU Memanas: Syuriyah Desak Ketum Gus Yahya Mundur dalam Tiga Hari

Dalam tayangan Xpose Uncensored, ditampilkan potongan video para santri yang menyalami seorang kiai dan adegan kiai turun dari mobil, dengan narasi yang menyebut bahwa santri rela ngesot dan memberi amplop kepada kiai yang disebut sudah kaya. Narasi itu memicu kemarahan publik karena dianggap merendahkan martabat pesantren. Gelombang protes pun bermunculan, termasuk seruan boikot terhadap Trans7 di media sosial. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *