KITAINDONESIASATU.COM – Kabar mengejutkan datang dari dunia game: Ubisoft secara resmi menghentikan pengembangan proyek baru berjudul “Assassin’s Creed: Black Slave”, yang semula dijadwalkan menjadi bagian dari waralaba besar Assassin’s Creed.
Menurut laporan media luar negeri Game File, pembatalan ini terjadi tahun lalu, dengan alasan bahwa protagonis game tersebut adalah seorang pria kulit hitam yang melarikan diri dari perbudakan saat Perang Saudara — tema yang dinilai terlalu sensitif secara politik.
Keputusan Ubisoft ini langsung memicu kontroversi dan kemarahan di kalangan pemain Assassin’s Creed Black Slave.
Ubisoft takut kontroversi setelah kasus “Assassin’s Creed: Shadow”
Dalam laporannya, Game File mengungkapkan dua alasan utama pembatalan proyek Assassin’s Creed Black Slave oleh Ubisoft.
Pertama, kekhawatiran terhadap kontroversi yang sempat muncul akibat karakter utama kulit hitam Yasuke di Assassin’s Creed: Shadow.
Kedua, ketakutan bahwa tema Perang Saudara Amerika akan memicu reaksi politik yang sensitif di Amerika Serikat.



