Namun, keputusan ini justru memperburuk citra Ubisoft di mata publik, karena banyak pemain menilai perusahaan tersebut tidak berani mengambil risiko untuk menghadirkan narasi kuat dan bersejarah.
Pemain menuduh Ubisoft bertindak rasis dan pengecut
Usai berita pembatalan Assassin’s Creed Black Slave, ribuan pemain langsung meluapkan kekecewaannya di berbagai platform media sosial.
Mereka menilai Ubisoft telah melewatkan peluang emas untuk menghadirkan cerita yang mendalam dan penuh makna, sekaligus menuduh keputusan itu bermuatan rasisme.
Banyak penggemar berpendapat bahwa tindakan Ubisoft adalah “langkah pengecut” yang bertolak belakang dengan semangat kebebasan yang selama ini diusung seri Assassin’s Creed.
Pengisi suara Assassin’s Creed ikut geram dengan keputusan Ubisoft
Kemarahan atas pembatalan Assassin’s Creed Black Slave tidak hanya datang dari pemain, tetapi juga dari kalangan profesional.



