KITAINDONESIASATU.COM – Cedera hamstring terjadi ketika otot di bagian belakang paha mengalami peregangan berlebihan atau robek.
Otot hamstring, yang berperan penting dalam aktivitas seperti berjalan dan berlari, bisa cedera jika digunakan terlalu intensif.
Kondisi ini sering terjadi pada olahraga yang melibatkan gerakan lari dan berhenti mendadak, seperti sepak bola, basket, tenis, bulu tangkis, serta lari.
Dalam aktivitas sehari-hari, hamstring tidak banyak bekerja, tetapi saat melakukan gerakan seperti menekuk lutut, melompat, atau memanjat, otot ini menjadi sangat aktif.
BACA JUGA: Ini Makanan Kaya Protein untuk Pembentukan Otot dan Diet Sehat
Cedera hamstring biasanya disebabkan oleh gerakan mendadak atau peregangan yang berlebihan. Meski umum pada atlet, cedera ini bisa dialami siapa saja.
Terdapat tiga kategori berdasarkan tingkat keparahannya:
Kategori I:
Peregangan ringan pada otot, membutuhkan beberapa hari untuk pulih.
Kategori II:
Sobekan sebagian pada otot, butuh beberapa minggu hingga bulan untuk sembuh.
Kategori III:
Robekan total pada otot, juga memerlukan beberapa minggu atau bulan untuk pulih.
Gejala cedera hamstring meliputi rasa nyeri di bagian belakang paha dan bokong. Pada cedera ringan, aktivitas masih bisa dilakukan, namun cedera yang parah dapat menyebabkan kesulitan berdiri atau berjalan, serta memar dan bengkak di area cedera.
Untuk mengatasi cedera hamstring ringan hingga sedang, beberapa langkah bisa dilakukan seperti mengompres es pada area cedera, menggunakan perban elastis, mengangkat kaki, serta mengonsumsi obat pereda nyeri. Peregangan dan penguatan otot juga dianjurkan setelah rasa nyeri mereda.
Namun, untuk cedera yang lebih serius, konsultasi ke dokter diperlukan. Penanganan bisa meliputi penggunaan alat bantu jalan, fisioterapi, obat-obatan, hingga operasi jika terjadi robekan otot. Pemanasan sebelum olahraga penting untuk mencegah cedera ini.- ***



