KITAINDONESIASATU.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang jadi terobosan unggulan kini justru bikin heboh. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, sekitar 60 siswa dari 10 lokasi berbeda di ibu kota dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG.
“Memang ada kejadian di 10 lokasi, tapi yang sampai perlu alat kesehatan tidak banyak. Sekitar 60-an siswa dari semua titik,” ujar Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/10).
Walau tak menyebut detail titik-titik kasusnya, hasil pemeriksaan laboratorium mengarah pada kontaminasi bakteri sebagai penyebab utama.
“Sesuai keterangan Pak Menkes, memang sebagian besar penyebabnya adalah bakteri,” ujar Ani.
Salah satu kasus mencuat di SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, di mana 20 siswa mendadak mual, pusing, dan muntah usai menyantap menu MBG di sekolah mereka.
Lebih mengejutkan lagi, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI menemukan ada unit penyedia gizi sekolah (SPPG) yang tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) distribusi makanan dengan benar.
Padahal, SOP sudah diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan keamanan pangan program MBG.
“Kalau SOP-nya jelas dari BGN, tapi saat kami monitoring, pelaksanaannya ternyata kurang baik,” kata Kepala Dinas KPKP DKI, Hasudungan Sidabalok di Balai Kota, Jumat (3/10).
Hasudungan menambahkan, pihaknya kini melakukan pemeriksaan laboratorium rutin dua kali seminggu di berbagai titik kota untuk memastikan keamanan makanan bergizi bagi siswa Jakarta. (*)





