KITAINDONESIASATU.COM – Dua santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ditemukan meninggal dunia setelah terjepit reruntuhan mushola. Ditemukan dekat tempat wudhu.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.35 WIB ketika ratusan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjamaah di musala pondok.
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian selama lima hari akhirnya berhasil menemukan kedua korban pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Puing Beton Menimpa Tempat Wudhu
Menurut Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo, korban pertama berhasil dievakuasi lebih dulu, lalu enam menit kemudian korban kedua juga berhasil dikeluarkan dari puing-puing beton tempat wudhu.
Proses evakuasi memerlukan kehati-hatian tinggi karena korban berada di bawah reruntuhan beton besar.
Jenazah kedua santri kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.
Diduga korban terjebak di sekitar area tempat wudhu saat bangunan musala dan asrama runtuh. Hingga kini, jumlah korban keseluruhan mencapai 110 santri. (*)


