Berita Utama

Akar Keropos, Pohon Bersejarah di Balai Kota Bogor Bisa Membahayakan Warga

×

Akar Keropos, Pohon Bersejarah di Balai Kota Bogor Bisa Membahayakan Warga

Sebarkan artikel ini
pohon scaled
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Disperumkim saat meninjau kondisi pohon Karet Kebo berusia lebih dari 70 tahun. (KIS/ist).

KITAINDONESIASATU.COM– Pohon Karet Kebo berusia lebih dari 70 tahun yang berdiri kokoh di pintu keluar pagar Balai Kota Bogor, kini dalam kondisi memprihatinkan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turun langsung meninjau kondisi pohon tersebut pada Rabu 2 Oktober 2025. Dari pengamatan kasat mata, akar pohon terlihat sudah keropos, kopong, bahkan sebagian mati.

“Melihat kondisi saat ini tentu ini berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujar Dedie.

Menurut Dedie, kondisi pohon yang rapuh harus segera ditangani agar tidak menimbulkan korban. Ia pun meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) untuk melakukan pemangkasan guna mengurangi beban pohon, sambil melihat kemungkinan apakah pohon bisa dipertahankan atau justru harus ditebang total.

“Karena memang dari berbagai pemberitaan, masukan selama ini, ya harus ada langkah untuk penebangan total, karena akarnya sudah ada yang membusuk dan keropos,” ucapnya.

Dedie menegaskan agar Disperumkim segera mengambil tindakan konkret.

Di lokasi yang sama, Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, membenarkan pihaknya telah melakukan pemangkasan sesuai arahan Wali Kota. Pemangkasan dilakukan secara bertahap untuk mengurangi risiko pohon patah dan roboh.

“Pemangkasan itu dilakukan karena bagian atasnya juga sangat mudah patah. Sebab di bagian bawah akarnya sudah ada yang mulai memutih dan kosong atau growong,” jelasnya.

Chusnul menambahkan, langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban pohon sehingga tidak lagi berpotensi membahayakan pengendara. Apalagi, berdasarkan KTP Pohon, Karet Kebo itu sudah berstatus merah atau kritis.

Selain pemangkasan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Jika kondisi memburuk dan harus ditebang total, lahan bekas pohon itu rencananya akan dimanfaatkan untuk dibuat mini garden.

“Karena pohon yang besar dan tinggi kita lakukan pemangkasan secara bertahap. Dan prosesnya dilakukan di malam hari agar tidak mengganggu pengguna jalan,” pungkas Chusnul. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *