KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyesalkan keras ambruknya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, dan berjanji melakukan investigasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami sangat menyesalkan insiden ini dan akan mengecek semuanya,” ujar AHY usai rapat Koordinasi Persiapan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu.
Menko IPK menekankan, bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kualitas konstruksi bangunan di Indonesia, karena bangunan yang buruk tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan.
Basarnas melaporkan, hingga kini 15 titik korban ditemukan di bawah reruntuhan musala. Selama 72 jam kritis pascakejadian, tim SAR gabungan fokus mengevakuasi tujuh korban berstatus merah, menyediakan oksigen, makanan, dan infus secara berkala.
Untuk berkomunikasi dengan korban, tim SAR menggunakan interaksi suara dan kamera khusus yang bisa masuk ke celah sempit reruntuhan. Dari 11 korban yang berhasil dievakuasi, tiga dilaporkan meninggal dunia, satu pada Senin (29/9) dan dua lainnya pada Selasa (30/9).
Jumlah pasti korban yang masih berada di bawah reruntuhan hingga saat ini belum dapat dipastikan, karena 15 titik korban yang ditemukan belum mewakili total sebenarnya.
AHY menegaskan, investigasi ini akan memastikan standar kualitas bangunan keagamaan ditingkatkan, agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi di masa depan. (*)

