KITAINDONESIASATU.COM – Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023, berhasil dibebaskan pada 21 September 2024.
Pembebasan ini dilakukan oleh Tim Gabungan TNI-Polri dari Satgas Damai Cartenz 2024 tanpa operasi militer.
Mereka menggunakan pendekatan lembut melalui tokoh agama, adat, dan keluarga Egianus Kogoya untuk memastikan keselamatan Philip.
Setelah dibebaskan di Kampung Yuguru, Nduga, Philip segera diterbangkan ke Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan fisik dan psikologis.
BACA JUGA : Pilot Susi Air Bebas Usai 19 Bulan Disandera KKB Papua
Lantas siapa Philip Mark? Simak profilnya di sini.
[ruby_related heading=”Baca Juga” total=5 layout=1 offset=5]
Philip, warga asal Christchurch, Selandia Baru, menikah dengan seorang wanita Indonesia dan sempat tinggal di Indonesia.
Menurut Susi Pudjiastuti, pendiri Susi Air, Philip memiliki seorang putra berusia lima tahun dan sangat mencintai keluarganya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Penerbangan Internasional di Christchurch, ia bergabung dengan Susi Air, namun kembali ke Selandia Baru pada 2016.
Philip pernah bekerja di luar negeri selama delapan tahun, menikah pada 2012, dan pindah ke Auckland pada 2016.
Pada 2019, ia pindah ke Hong Kong bekerja untuk Cathay Dragon hingga maskapai tersebut berhenti beroperasi pada 2020 akibat pandemi. Setelah itu, Philip kembali bekerja di Susi Air, menerbangkan pesawat di jalur-jalur berbahaya di Papua.
Pada 7 Februari 2023, pesawat yang diterbangkannya terbakar dan mendarat di lapangan terbang Paro, Nduga, Papua Pegunungan. Sejak saat itu, ia disandera oleh PNPB-OPM, yang bertanggung jawab atas pembakaran pesawat dan penyanderaan tersebut.
Meskipun OPM beberapa kali berjanji akan membebaskan Philip, termasuk pada Februari 2024, dia baru dibebaskan pada 21 September 2024 oleh Tim Gabungan TNI-Polri dalam operasi Satgas Damai Cartenz 2024.



