KITAINDONESIASATU.COM – Nama Mohammad Riza Chalid atau lebih dikenal sebagai Reza Chalid bukanlah sosok asing di dunia bisnis Indonesia, khususnya di sektor minyak dan gas. Julukan “Saudagar Minyak” atau bahkan Gasoline Godfather melekat padanya karena perannya yang dominan dalam bisnis impor minyak melalui Petral (Pertamina Energy Trading Limited).
Meski memiliki kekayaan besar dan jaringan bisnis yang luas, perjalanan hidupnya tidak lepas dari kontroversi hingga akhirnya berujung pada status tersangka dalam kasus korupsi.
Profil Mohammad Riza Chalid
Mohammad Riza Chalid lahir pada tahun 1960 dari keluarga keturunan Arab-Indonesia. Ayahnya, Chalid bin Abdat, dan ibunya, Siti Hindun Alkatiri, merupakan bagian dari komunitas Hadhrami yang berpengaruh di Indonesia.
Pada tahun 1985, ia menikah dengan Roestriana Adrianti atau yang lebih dikenal sebagai Uchu Riza. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak:
- Muhammad Kerry Adrianto (lahir sekitar 1985)
- Kenesa Ilona Rina (lahir sekitar 1989)
Namun, rumah tangga ini berakhir pada tahun 2012 dengan perceraian. Hubungan keluarga tetap menjadi bagian penting dalam jejak bisnis dan hukum Riza Chalid, karena sang putra juga ikut terseret dalam kasus yang sama.
Kiprah Bisnis Mohammad Riza Chalid
Riza Chalid dikenal sebagai salah satu pebisnis paling berpengaruh di Indonesia, terutama dalam bidang energi. Bisnisnya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menjangkau Singapura, Kepulauan Virgin, hingga Malaysia.
Beberapa sektor bisnis yang digelutinya antara lain:
Minyak dan Gas
Melalui perusahaan seperti Supreme Energy, Paramount Petroleum, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum, Riza menguasai jaringan impor dan distribusi minyak di Asia.
Perannya di Petral menjadikannya sosok penting dalam bisnis impor minyak mentah dan produk olahan yang nilainya mencapai US$ 30 miliar per tahun.
Ritel dan Perkebunan Sawit
Selain migas, Riza juga merambah sektor perkebunan kelapa sawit serta ritel yang memperkuat diversifikasi portofolio bisnisnya.
Hiburan dan Pendidikan
Riza Chalid adalah co-owner KidZania Indonesia, sebuah wahana hiburan edukatif untuk anak-anak, bersama pengusaha Tan Kian dan Tomy Winata.
Ia juga mendirikan Al Jabr International Islamic School di Jakarta Selatan sebagai bentuk kontribusinya dalam bidang pendidikan.
Transportasi
Riza diketahui memiliki keterlibatan dalam AirAsia Indonesia, menambah deretan panjang bisnisnya di sektor transportasi udara.
Dengan portofolio bisnis sebesar itu, kekayaan Riza Chalid pernah diperkirakan mencapai US$ 415 juta, menempatkannya dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi GlobeAsia.
Julukan “Saudagar Minyak”
Julukan “Saudagar Minyak” melekat karena perannya yang sangat besar dalam pengelolaan impor minyak Indonesia. Ia dianggap sebagai figur yang menguasai jaringan perdagangan minyak dunia yang masuk ke Indonesia.
Namun, dominasi ini tidak lepas dari kritik. Banyak pihak menuding adanya praktik monopoli, mark-up harga, dan permainan politik dalam setiap transaksi yang melibatkan perusahaan-perusahaannya.
Kontroversi dan Kasus Hukum Mohammad Riza Chalid
Nama Riza Chalid sering kali muncul dalam berbagai skandal besar di Indonesia. Beberapa kasus kontroversial yang menyeret namanya antara lain:
Kasus Freeport dan “Papa Minta Saham”
Namanya sempat disebut dalam rekaman kasus Setya Novanto terkait perpanjangan kontrak Freeport.
Mark-up Biaya Terminal Minyak
Beberapa laporan menyebutkan adanya indikasi mark-up biaya dalam proyek terminal minyak yang melibatkan perusahaan miliknya.
Kasus Korupsi Pertamina (2018–2023)
Pada tahun 2025, Kejaksaan Agung resmi menetapkan Mohammad Riza Chalid sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina serta subholding terkait.
Ia diduga menjadi Beneficial Owner (BO) dari dua perusahaan kunci, yakni PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal Merak, yang berperan penting dalam skandal impor minyak.
Aset berupa uang tunai hingga mobil mewah turut disita dalam pengusutan kasus ini.
Status Hukum: Dari Tersangka Hingga Buron Internasional
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Riza Chalid disebut melarikan diri ke Malaysia sejak Februari 2025. Ia bahkan diduga menikahi anggota keluarga kesultanan di Malaysia untuk mendapatkan perlindungan hukum.
Saat ini, Riza Chalid berstatus sebagai buron internasional yang masuk dalam daftar pencarian Kejaksaan Agung RI. Penetapannya sebagai tersangka sekaligus buron menambah daftar panjang kontroversi yang menyelimuti hidupnya.
Peran Keluarga dalam Kasus Hukum
Tidak hanya Riza Chalid, putranya Muhammad Kerry Adrianto juga ikut terseret. Kerry ditetapkan sebagai tersangka karena jabatannya sebagai Komisaris di perusahaan yang menjadi pintu masuk impor minyak, yaitu PT Navigator Khatulistiwa dan Orbit Terminal Merak.
Hal ini menunjukkan bahwa jaringan bisnis keluarga Riza Chalid sangat erat dengan kasus hukum yang sedang berjalan.
Ringkasan Profil Mohammad Riza Chalid
- Nama Lengkap Mohammad Riza Chalid (Reza Chalid)
- Tahun Lahir 1960
- Julukan Saudagar Minyak (Gasoline Godfather)
- Bisnis Migas, sawit, ritel, hiburan edukatif, transportasi, pendidikan
- Kekayaan US$ 415 juta (perkiraan GlobeAsia)
- Kontroversi Kasus Freeport, mark-up impor minyak, korupsi Pertamina 2018–2023
- Status Hukum Tersangka, buron internasional (diduga berada di Malaysia)
- Anak Muhammad Kerry Adrianto, Kenesa Ilona Rina
Mohammad Riza Chalid adalah sosok yang kompleks. Di satu sisi, ia adalah pengusaha sukses dengan jaringan bisnis luas dan kekayaan besar. Namun di sisi lain, namanya kerap dikaitkan dengan kasus hukum yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.
Kisah hidupnya mencerminkan bagaimana kekuasaan dan bisnis sering kali berjalan beriringan dengan kontroversi. Dengan status buron yang kini disandangnya, masa depan Riza Chalid akan sangat ditentukan oleh proses hukum yang masih berjalan di Indonesia.






