KITAINDONESIASATU.COM – Partai NasDem secara resmi melayangkan surat kepada DPR RI yang mendesak penghentian gaji serta tunjangan untuk dua anggota parlemen mereka, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Permintaan ini diajukan setelah keduanya secara terang-terangan memutuskan untuk tidak lagi menghadiri rapat fraksi dan memilih keluar dari keanggotaan Partai NasDem.
“Kami sudah kirimkan surat permohonan kepada pimpinan DPR agar gaji dan tunjangan untuk Saudara Sahroni dan Saudari Nafa Urbach dihentikan. Mereka sudah tidak lagi sejalan dengan garis perjuangan partai,” kata Ketua Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat, di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Keputusan ini diambil setelah serangkaian upaya persuasif tidak membuahkan hasil. Menurut Viktor, tindakan Sahroni dan Nafa yang absen dari rapat penting fraksi dan melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan sikap partai telah merugikan NasDem secara organisasi.
Partai NasDem menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen mereka untuk menjaga kedisiplinan dan integritas internal. Surat tersebut kini tengah diproses oleh Sekretariat Jenderal DPR untuk ditindaklanjuti. Jika disetujui, penghentian gaji dan tunjangan tersebut akan berlaku efektif mulai bulan depan.
Sebelumnya Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach membuat pernyataan yang membuat publik marah hingga membuat demo besar-besaran di DPR dan seluruh Indonesia. Demo tersebut berlangsung hingga menimbulkan 6 korban jiwa di antaranya 2 di Jakarta dan 4 orang di Sulawesi Selatan.
Massa kemudian membakar rumah Sahroni di Bandung dan menjarah kediamannya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Barang berharga milik Sahroni di antaranya mobil mewah pun dirusak dan jam tangan mewah digasak.
