Bisnis

Gubernur Dedi Mulyadi Akan Ubah Dana Transfer Desa Jadi Saham BUMD Mulai 2027

×

Gubernur Dedi Mulyadi Akan Ubah Dana Transfer Desa Jadi Saham BUMD Mulai 2027

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer Mulai Mei 2025 Siapkan Program Pendidikan Karakter
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

KITAINDONESIASATU.COM – Langkah out of the box siap dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia berencana mengubah pola transfer dana dari Pemprov ke desa menjadi saham di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), salah satunya di PT Bank Jabar Banten (BJB), mulai tahun 2027 hingga 2029.

Menurut Dedi, target revitalisasi infrastruktur kabupaten, kota, hingga desa sudah akan tuntas pada 2027–2029, tepat di masa akhir jabatannya. Setelah itu, ia ingin desa tidak hanya menerima transfer dana, melainkan juga ikut menjadi pemilik saham perbankan daerah.

“Saya ingin Pemprov membagikan saham kepada desa, misalnya di Bank Jabar (BJB). Jadi uang transferan desa nantinya bisa dibelikan saham,” ujar Dedi, Selasa, 26 Agustus 2025.

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/feature/berita-utama/lucas-vazquez-angkat-kaki-dari-madrid-kini-jadi-senjata-rahasia-baru-leverkusen/

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/lifestyle/kapan-tepatnya-maulid-nabi-2025-ini-tanggal-masehi-dan-hijriahnya/

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/feature/berita-utama/dikira-anggota-dpr-lurah-manggarai-selatan-jadi-korban-amuk-massa-pendemo-di-slipi/

Meski mengaku mekanismenya masih harus dicari, Dedi menegaskan langkah ini bertujuan agar desa bisa merasakan langsung manfaat kepemilikan saham di BUMD.

Sebagai informasi, Bank BJB (kode saham BJBR) merupakan satu-satunya bank milik daerah Jawa Barat yang berstatus perusahaan terbuka sejak 2010. Bank ini juga punya anak usaha BJB Sekuritas, perusahaan efek daerah pertama di Indonesia, dan aktif menerbitkan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika rencana ini terealisasi, maka desa-desa di Jawa Barat bukan hanya jadi penerima dana pembangunan, tapi juga pemilik sah dalam bisnis perbankan daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *