KITAINDONESIASATU.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Tahun ini, Pelindo melanjutkan Program Sahabat Inspiratif dengan menggelar pelatihan keterampilan menjahit tas sasirangan, kerajinan manik-manik, serta penyerahan bantuan alat bantu disabilitas dengan total dukungan senilai Rp 50 juta.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Disabilitas Borneo ini diikuti 20 peserta dengan penuh antusiasme. Hadir pula perwakilan Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, serta instruktur pelatihan dari D’Lamiz. Program ini merupakan rangkaian berkelanjutan yang sudah berjalan sejak 2023 dan 2024, dan kembali diperkuat pada 2025 dengan harapan menciptakan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Selain pelatihan, Pelindo menyerahkan bantuan berupa lima kursi roda, lima tongkat netra, dan 20 pasang sepatu untuk penyandang cerebral palsy. Bantuan ini diharapkan meningkatkan mobilitas sekaligus kualitas hidup penerima manfaat. Kehadiran lima peserta tambahan dari Kampung Wisata Religi Kubah Basirih, desa binaan Pelindo, turut memperluas dampak positif program.
Supervisor TJSL Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Diah Sri Hadiati, menyampaikan apresiasinya atas semangat para peserta. “Keberlanjutan pelatihan ini sangat penting agar peserta dapat menguasai keterampilan secara optimal dan meningkatkan kemandirian mereka. Melalui bantuan alat bantu disabilitas, kami berharap kualitas hidup sahabat-sahabat di Rumah Disabilitas Borneo semakin baik,” ujarnya Selasa (26/8/2025)
Ketua Rumah Disabilitas Borneo, Norhidayah, menyampaikan rasa syukur atas dukungan Pelindo. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Peserta bukan hanya mendapat keterampilan baru, tetapi juga motivasi untuk lebih percaya diri dan mandiri. Bantuan alat bantu yang diberikan pun sangat bermanfaat,” tuturnya.
Pelatihan juga menghadirkan Hamdanah dari D’Lamiz sebagai narasumber yang memberikan keterampilan dasar dan lanjutan menjahit tas berbahan kain sasirangan. Langkah ini diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus melestarikan kain khas Kalimantan Selatan sebagai identitas budaya lokal.
Dengan konsistensi program yang telah berjalan selama tiga tahun, Pelindo menegaskan komitmennya menghadirkan inisiatif sosial yang berdampak nyata. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, lembaga pelatihan, dan komunitas diharapkan menciptakan ekosistem pemberdayaan yang kuat, sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan setara untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. (Anang Fadhilah)


