KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron dan sang istri, Brigitte, dilaporkan menyewa detektif swasta untuk menyelidiki pemengaruh Amerika Serikat (AS) kontroversial, Candace Owens. Langkah ini diambil usai Owens melontarkan tuduhan sensasional bahwa Brigitte terlahir sebagai laki-laki.
Menurut Financial Times, penyelidikan dilakukan oleh firma Nardello & Co sebelum gugatan resmi diajukan di Delaware, AS, akhir Juli lalu. Pengacara pasangan Macron, Tom Clare, menyebut investigasi ini bertujuan mencari tahu apa yang memicu obsesi Owens terhadap sang Ibu Negara.
Hasil investigasi menemukan, setelah isu itu diangkat Owens, media Rusia ikut menyorotnya. Namun, tak ada bukti bahwa Owens pernah berhubungan langsung dengan pejabat atau tokoh media Rusia. Meski begitu, kontroversi semakin membara ketika pada Februari, Owens merilis program delapan episode berjudul Becoming Brigitte, mempertanyakan identitas gender Brigitte Macron.
Kasus ini menguak kembali sejarah panjang rumor tersebut. Awalnya, tuduhan muncul pada 2021 lewat jurnalis independen Natacha Rey, yang mengklaim Brigitte bukan perempuan sejak lahir.
Gosip itu mendunia, bahkan membuat Macron angkat suara pada Maret 2024, menyebutnya sebagai kabar bohong yang paling mengganggu selama masa jabatannya.
Kini, drama ini kembali mencuat lengkap dengan gugatan hukum, investigasi internasional, dan perang narasi di media. (Sumber: Sputnik)

