News

Deddy Corbuzier Dorong Bogor Terus Kibarkan Merah Putih Hingga Kapanpun

×

Deddy Corbuzier Dorong Bogor Terus Kibarkan Merah Putih Hingga Kapanpun

Sebarkan artikel ini
1001205581
Dengan latar hamparan bendera merah putih, Deddy Corbuzier memuji FMP Bogor sebagai acara yang lahir dari inisiatif warga, bukan perintah pusat. (KIS/NICKO)

KITAINDONESIASATU.COM- Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk menjaga semangat merah putih tetap berkibar di hati warga. Di tengah riuh kemeriahan Agustus, hamparan bendera sepanjang 1,2 kilometer kembali membelah Kota Bogor, menjadi simbol persatuan yang melibatkan TNI, Polri, Brimob, Pol PP, komunitas veteran, jajaran Forkopimda, hingga pelajar. Festival Merah Putih (FMP) 2025 yang telah menjadi ikon “Kota Hujan” itu, Minggu 10 Agustus 2025, dibuka dengan apresiasi khusus dari Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik, Deddy Corbuzier.

Deddy yang hadir pada pembukaan FMP 2025 menilai, konsistensi penyelenggaraan festival ini selama satu dekade menjadi bukti nyata kecintaan warga Kota Bogor terhadap tanah air. Ia menegaskan, kegiatan ini lahir bukan dari perintah pemerintah pusat maupun bantuan dana APBN, melainkan dari inisiatif dan gotong royong masyarakat.

“Saya bangga dengan semua yang ada di sini, karena ternyata kirab ini sudah dilakukan selama 10 tahun. Dan ini bukan perintah pemerintah pusat, bukan juga menggunakan dana APBN, tapi karena inisiatif teman-teman semua,” ujarnya di Jembatan Otista, Jalan Otto Iskandardinatta (Otista).

Ia juga menyebut Kota Bogor layak menjadi acuan bagi kota-kota lain dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan. “Lestarikan hal ini, jangan patah semangat, jangan putus asa. Kita sudah 10 tahun dan harus terus berlari ke 20 tahun, 30 tahun, dan bahkan sampai kapanpun Kota Bogor menjadi acuan kemerdekaan Indonesia,” kata Deddy.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa FMP lahir dari lubuk hati sanubari yang tulus dan kecintaan warga terhadap nusa dan bangsa. Dedie menilai, FMP bukan sekadar acara seremonial, tetapi telah menjadi tradisi kebangsaan yang melekat di hati masyarakat.

“FMP adalah komitmen kebangsaan, lahir karena kecintaan terhadap tanah air, nusa dan bangsa. Hari ini FMP sudah kita anggap sebagai tradisi Kota Bogor dan melekat di hati sanubari warga,” ujar Dedie.

Gelaran FMP 2025 juga diwarnai kirab kebangsaan, penampilan seni budaya, serta partisipasi berbagai komunitas yang ingin menjaga api nasionalisme tetap menyala. Dengan semangat gotong royong dan persatuan, warga Bogor berharap tradisi ini dapat terus dilanjutkan untuk generasi mendatang. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *