KITAINDONESIASATU.COM– Gagasan menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu Kota Hijau pertama di Asia mencuat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 yang digelar di Yogyakarta.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa Bogor memiliki potensi kuat untuk diajukan ke UNESCO, bukan semata karena keberadaan Kebun Raya sebagai taman fisik, tetapi karena filosofi perencanaan kotanya yang menjadikan ruang hijau sebagai pusat identitas ekologis dan budaya kota.
“Jadi Bogor punya potensi untuk mengajukan kepada UNESCO untuk dijadikan sebagai salah satu kota hijau pertama di Asia yang memiliki international value, karena berdasarkan perencanaan sejak awal, Bogor itu menjadikan Kebun Raya sebagai pusat kota dan di dalam perencanaan perkotaan, ini jarang ada, hanya ada Bogor dan New York,” tutur Dedie Rachim, Kamis 7 Agustus 2025.
Dedie menambahkan, jika Bogor memiliki Kebun Raya, maka New York memiliki Central Park dua contoh kota yang menjadikan taman kota sebagai jantung perencanaan ruang. Menurutnya, ini merupakan nilai tak benda yang sangat layak untuk diusulkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.
Sementara itu, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang turut hadir dalam Rakernas, menyoroti pentingnya menjaga pusaka kota tidak hanya sebagai objek fisik, tetapi juga sebagai entitas hidup yang dibentuk oleh nilai-nilai, ingatan kolektif, dan praktik sosial masyarakat.
“Karena sejatinya, yang ingin dirawat bukan hanya obyek, tetapi jati diri yang terus hidup di dalamnya,” ungkap Sri Sultan.
Ia menegaskan bahwa pelestarian seharusnya tidak terjebak hanya pada aspek-aspek yang tangible, seperti bangunan dan kawasan, tetapi juga harus memberi ruang besar pada aspek yang intangible – makna, nilai, dan jiwa tempat itu sendiri.

