KITAINDONESIASATU.COM – Dalam sebuah langkah yang sangat dinanti, OpenAI akhirnya merilis GPT-OSS, model kecerdasan buatan open-source yang bisa diunduh dan dijalankan secara gratis—bahkan dari laptop Anda sendiri. Peluncuran ini menandai kembalinya OpenAI ke dunia model bobot terbuka, setelah lebih dari enam tahun fokus pada pengembangan sistem tertutup seperti ChatGPT.
GPT-OSS hadir dalam dua ukuran: versi 120 miliar parameter yang setara performanya dengan o4-mini dan bisa berjalan di satu GPU Nvidia, serta versi 20 miliar parameter yang cukup dijalankan di perangkat dengan RAM 16GB dan kemampuannya setara o3-mini.
Kedua versi model ini dapat diakses mulai hari ini melalui platform seperti Hugging Face, Databricks, Azure, dan AWS dengan lisensi Apache 2.0—yang berarti Anda bebas mengubah dan menggunakannya untuk tujuan komersial.
Menurut OpenAI, GPT-OSS mampu menangani berbagai tugas, mulai dari penalaran kompleks, penulisan kode, menjelajah internet, hingga menjalankan agen otomatis via API.
“Kami melihat banyak pengguna kami sudah memanfaatkan model open-source. Ini saatnya kami hadir untuk menjembatani kebutuhan mereka,” kata Chris Cook dari tim peneliti OpenAI.
Yang menarik, model ini diklaim sebagai yang paling ketat diuji dalam sejarah OpenAI. Bersama tim keamanan eksternal, mereka memastikan bahwa GPT-OSS tidak akan disalahgunakan untuk kejahatan siber maupun senjata biologis. Fitur “rantai pemikiran” (chain-of-thought) juga ditampilkan secara transparan agar perilaku model bisa diawasi.
Meski OpenAI belum membagikan perbandingan resmi dengan model lain seperti Llama, DeepSeek, atau Gemma, mereka menyatakan GPT-OSS mampu menandingi model internal mereka di berbagai pengujian, termasuk tugas pengkodean dan ujian logika.
