KITAINDONESIASATU.COM – Istilah “Rojali” (Rombongan Jarang Beli) dan “Rohana” (Rombongan Hanya Nanya) kini semakin populer dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat serta pelaku bisnis ritel di kota-kota besar. Fenomena ini menggambarkan situasi di mana pusat perbelanjaan ramai dipadati pengunjung, namun aktivitas transaksi pembelian tidak sebanding dengan jumlah keramaian tersebut.
Rojali merujuk pada kelompok pengunjung yang datang ke mal hanya untuk sekadar berjalan-jalan, menikmati fasilitas pendingin ruangan, Wi-Fi gratis, atau mencari hiburan tanpa niat belanja serius. Sementara itu, Rohana adalah pengunjung yang masuk ke toko, bertanya-tanya tentang produk, bahkan mencoba barang, namun pada akhirnya tidak melakukan pembelian.
Para pengamat ekonomi dan ritel menilai bahwa fenomena ini merupakan cerminan dari pergeseran perilaku konsumen serta kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi. Meskipun kunjungan ke mal tetap menunjukkan pertumbuhan positif, sebagian besar masyarakat cenderung lebih selektif dalam berbelanja, memprioritaskan kebutuhan pokok, atau mencari produk dengan harga satuan yang lebih murah.
Meskipun terlihat berdampak pada omzet ritel non-makanan, beberapa pengelola mal dan gerai Food & Beverage (F&B) justru melihat potensi dari fenomena ini.
Banyak pengunjung Rojali dan Rohana yang pada akhirnya menghabiskan waktu di area F&B, sehingga omzet di sektor ini justru mengalami kenaikan. Mal-mal kini beradaptasi dengan menawarkan lebih banyak experience, hiburan, dan ruang interaksi sosial, bukan hanya sekadar tempat berbelanja.


