News

Bukan Bom, Tapi Lapar yang Membunuh! 10 Warga Gaza Tewas Kelaparan dalam Sehari

×

Bukan Bom, Tapi Lapar yang Membunuh! 10 Warga Gaza Tewas Kelaparan dalam Sehari

Sebarkan artikel ini
Gaza
Israel dan Hamas sepakat gencatan senjata, namun pasukan zionis tetap mengebom gaza. (tangkapan layar)-

KITAINDONESIASATU.COM – Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 10 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi di rumah-rumah sakit Jalur Gaza. Angka kematian yang tragis ini menambah jumlah korban tewas akibat krisis pangan menjadi 111 orang, mayoritas adalah anak-anak tak berdosa, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, Rabu, 24 Juli 2025.

“Dalam sehari, sepuluh nyawa melayang hanya karena kekurangan makanan dan gizi. Ini nyata, ini darurat kemanusiaan,” demikian bunyi pernyataan resmi Kemenkes Gaza lewat Telegram.

Kondisi Gaza kini semakin mengkhawatirkan. Dengan pengepungan ketat yang terus diberlakukan Israel sejak Oktober 2023, bantuan kemanusiaan nyaris mustahil masuk, dan pelayanan medis di ambang kolaps. WHO mengungkapkan hanya separuh rumah sakit yang masih berfungsi, dengan total hanya sekitar 2.000 tempat tidur untuk lebih dari 2 juta penduduk.

Sementara itu, angka korban akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023 telah mencapai 59.000 jiwa tewas dan 142.000 lainnya terluka, menurut data terbaru otoritas kesehatan Gaza.

Israel sendiri melancarkan blokade dan serangan besar-besaran setelah peristiwa 7 Oktober 2023, ketika kelompok Hamas menyerang dan menyandera lebih dari 200 warga dan tentara Israel. Sejak saat itu, Gaza berubah menjadi zona mati, tanpa pasokan listrik, air, bahan bakar, makanan, maupun obat-obatan.

Di tengah kehancuran, upaya gencatan senjata 60 hari tengah dirintis oleh Mesir dan sejumlah mediator internasional, termasuk melalui negosiasi tak langsung yang kembali berlangsung di Doha sejak awal Juli.

Namun, hingga kini, suara tangisan Gaza belum juga reda, dan nyawa demi nyawa terus berguguran bukan karena peluru, tapi karena lapar. (Sumber: Sputnik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *