KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto, menyoroti persoalan subsidi energi yang dinilainya masih belum menjangkau sasaran yang tepat di berbagai wilayah Indonesia.
Hal ini ia sampaikan saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII dalam rangka meninjau distribusi dan pengawasan BBM serta LPG bersubsidi yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, Patra Niaga.
“Permasalahan ini menyangkut Patra Niaga, bagian dari Pertamina. Ternyata, isu yang sama terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik untuk subsidi BBM maupun LPG,” ujar Sigit, seperti ditulis Parlementaria pada Senin, 21 Juli 2025.
Ia menilai bahwa dua aspek yang perlu segera dibenahi adalah sistem pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat.
Distribusi subsidi harus diawasi secara ketat agar bantuan energi tersebut benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat penting agar mereka memahami siapa saja yang layak menerima subsidi.
“Pertamina harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui siapa yang benar-benar berhak mendapatkan subsidi LPG. Batasan untuk pelaku UMKM juga harus dijelaskan dengan baik melalui edukasi, agar masyarakat tidak salah persepsi,” tegasNYA.
Sigit juga menyoroti masih maraknya penyalahgunaan subsidi, termasuk oleh pihak-pihak yang sebenarnya tidak termasuk penerima, seperti pelaku usaha non-UMKM.
“Bisa jadi karena kurangnya edukasi, pelaku usaha menengah ke atas atau bahkan usaha penginapan kecil masih memakai LPG bersubsidi. Ini perlu dikaji kembali agar subsidi tidak salah sasaran,” tambahnya.
Ia berharap, dengan pengawasan dan edukasi yang lebih baik, harga di pasaran bisa kembali normal dan distribusi subsidi energi bisa lebih adil.
“Pemerataan juga perlu diawasi ketat, agar harga jual BBM dan LPG bersubsidi dapat dikendalikan secara adil,” pungkas Sigit.-***
